SuarIndonesia – Seorang buruh bangunan tewas, tubuhnya ditemukan di bawah proyek padel, Senin (26/10/2026) malam.
Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim Ipda Sukma Yudhistira Nugraha, Selasa (27/10/2026) membenarkan penemuan jasad buruh bangunan tersebut.
Suasana proyek pembangunan lapangan padel di Jalan A Yani Km 5, Kompleks Dharma Sakti, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, mendadak geger.
Bburuh bangunan ini bernama Rais Hidayat (46) ditemukan kondisi telungkup di dalam air di bawah bangunan proyek.
Penemuan jasad warga Jalan Teluk Tiram Laut Gang Odi, Banjarmasin Barat, tersebut bermula ketika rekan-rekan kerjanya mencari keberadaan korban yang sudah tidak terlihat sejak sekitar pukul 17.00 WITA.
Setelah berkeliling mencari di sekitar bangunan, salah seorang pekerja melihat sepatu di dalam air. Saat diperiksa lebih dekat, saksi mendapati bagian kaki diduga korban
Merasa curiga sekaligus takut, saksi pun kemudian memanggil rekan-rekannya untuk memastikan temuannya.
Setelah lokasi disorot menggunakan senter, mereka mendapati Rais sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan itu sontak mengejutkan para pekerja. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas gabungan dari Polsek Banjarmasin Timur bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Banjarmasin segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa kondisi korban.
Selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans Emergency Gabungan Kota Banjarmasin ke Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Menurut keterangan teman-teman kerja dan istrinya, beberapa hari terakhir korban mengeluh lemas dan sakit di bagian dada.
Istrinya juga menyampaikan bahwa korban mengalami batuk dan flu selama sekitar satu minggu terakhir,” jelas Sukma,
Kanit mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah oleh dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diperkirakan meninggal sekitar empat jam sebelum pemeriksaan akibat tenggelam, yang diduga dipicu serangan jantung saat beraktivitas,” ujarnya.
Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap korban. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga.
Meski demikian, sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga, petugas telah melakukan pemeriksaan luar untuk mengetahui kondisi tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.(*/YI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















