TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

- Penulis

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEBANYAK 100 personel Brimob Korbrimob Polri dan lima personel Bareskrim Polri diterjunkan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalteng.(Foto: RRI)

SEBANYAK 100 personel Brimob Korbrimob Polri dan lima personel Bareskrim Polri diterjunkan untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalteng.(Foto: RRI)

SuarIndonesia — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di Kalimantan Tengah (Kalteng) diperkuat dengan bantuan 100 personel Brimob dari Mabes Polri. Sebagian besar akan ditugaskan untuk penanganan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Penguatan pasukan itu ditandai dengan apel penyambutan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, Senin (26/10/2026). Selain 100 personel Brimob, Mabes Polri juga mengirimkan bantuan lima personel Bareskrim Polri.

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Hendra Wirawan mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut perintah Kapolri untuk mengoptimalkan penanganan karhutla di wilayah Kalteng.

“Hari ini Polda Kalteng menerima personel BKO sebanyak 100 personel Brimob dari Korbrimob Polri dan lima personel Bareskrim Polri untuk mengoptimalkan upaya penanganan karhutla di wilayah Kalteng,” ujar Hendra dilansir dari detikKalimantan.

Dari 100 personel Brimob yang diperbantukan, sebanyak 75 personel akan difokuskan ke wilayah Kabupaten Kobar, khususnya kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sementara itu, 25 personel lainnya akan memperkuat penanganan karhutla di wilayah hukum Polresta Palangka Raya.

Menurut Hendra, pembagian kekuatan tersebut dilakukan untuk mendukung satuan tugas yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan. Kehadiran personel tambahan diharapkan memperkuat upaya penanganan pada kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi.

“Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalteng dalam beberapa hari terakhir dan api induk atau kepala api berhasil dipadamkan, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Kondisi tersebut justru menuntut upaya lanjutan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala,” katanya.

Baca Juga :   DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Hendra menjelaskan, tahap pembasahan dan pendinginan menjadi pekerjaan penting, terutama pada lahan gambut yang telah terbakar. Material gambut yang masih menyimpan panas berpotensi memicu kebakaran susulan ketika kondisi kembali kering atau tertiup angin kencang.

“Pembasahan ini dari luasan yang ada membutuhkan personel yang cukup banyak untuk membasahi lahan yang sudah terbakar. Walaupun masih ada beberapa titik ketika angin cukup besar, muncul kembali api,” jelasnya.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Petugas juga harus memastikan area bekas kebakaran benar-benar basah dan dingin agar titik api tidak kembali muncul, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Dengan tambahan kekuatan dari Korbrimob dan Bareskrim Polri, Polda Kalteng berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih optimal. Fokus di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu prioritas, seiring kebutuhan menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran berulang,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas
PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027
PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla
TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca