CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Hujan mulai membawa kelegaan bagi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang sebelumnya dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun di tengah meredanya karhutla, keberadaan orang utan di sekitar lokasi terdampak menjadi perhatian.

Selasa (27/10/2026), orang utan bernama Chelsea bersama anaknya terpantau berada di atas pohon di kawasan Tanjung Harapan. Keduanya terlihat di sekitar tandon air yang dimanfaatkan tim pemadam untuk mendukung penanganan karhutla.

Potret itu ditemukan saat Dudy dari Orangutan Foundation International (OFI) bersama tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhut) melakukan patroli menuju Sungai Buluh.

“Di tengah upaya petugas memantau kondisi kawasan, Chelsea dan anaknya terlihat bertahan di atas pohon. Keberadaan keduanya menjadi gambaran kehidupan satwa liar yang berada di sekitar wilayah terdampak kebakaran,” ujar Dudy, Selasa (27/10/2026) malam.

Temuan lain juga dilaporkan dalam patroli berbeda. Staf OFI, Bani dan Lana, yang turut menjadi relawan pemadam kebakaran, menjumpai orang utan bernama Gundul di area hutan yang telah terbakar.

“Gundul terlihat berada di lahan bekas kebakaran. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemantauan satwa masih menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut,” kata Bani.

Kebakaran hutan dapat mengubah kondisi habitat orang utan, mulai dari berkurangnya sumber pakan hingga hilangnya tempat berlindung. Satwa yang bergantung pada hutan untuk bertahan hidup berisiko terdampak ketika api melalap vegetasi di sekitarnya.

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan salah satu kawasan penting bagi kelestarian orang utan dan berbagai satwa liar lainnya. Karena itu, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan habitat dan ekosistem hutan tetap terjaga.

Patroli yang dilakukan petugas, relawan, dan pihak terkait menjadi bagian dari upaya mengetahui perkembangan kondisi lapangan. Informasi mengenai keberadaan Chelsea, anaknya, dan Gundul turut memberikan gambaran tentang kondisi satwa di tengah ancaman kebakaran.

“Meredanya karhutla setelah hujan menjadi perkembangan positif bagi kawasan Tanjung Puting. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar api tidak kembali meluas dan habitat orangutan, termasuk Chelsea bersama anaknya, serta Gundul, tetap terlindungi,” pungkas Bani.

Wika, Bayi orang utan diselamakan tim BKSDA. (Foto: BKSDA Kalteng)

Induk dan Bayi Orang Utan Makan Umbut Nanas di Lahan Gosong Kobar

Baca Juga :   KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, di tengah lahan bekas karhutla yang nyaris tak menyisakan vegetasi hijau, induk orang utan bersama bayinya ditemukan sedang memakan umbut nanas. Keduanya berada di kawasan terdampak karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sebelum akhirnya diselamatkan petugas konservasi.

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun mengevakuasi induk orang utan bernama Widya yang berusia 25 tahun, bersama anaknya, Wika, yang baru berusia tujuh bulan.

Penyelamatan berlangsung di Wana Wiyata Widya Karya, Kilometer 24, Kelurahan Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Senin (26/10/2026) sore. Evakuasi dilakukan setelah petugas menerima laporan dari Ketua Hutan Kemasyarakatan (HKM) Karya Masoraian, Gusti Samudra, mengenai keberadaan kedua satwa dilindungi tersebut di kawasan bekas karhutla.

Kepala SKW II Pangkalan Bun, BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, mengatakan tim langsung menuju lokasi di jalur Kotawaringin Lama Kilometer 24 untuk melakukan penyelamatan. Namun kondisi lingkungan yang dipenuhi pepohonan dan tanaman rambat kering akibat terbakar, membuat proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas sempat mengalami kesulitan saat melakukan pembiusan terhadap kedua orang utan tersebut.

“Orang utan bersembunyi di area dengan pepohonan dan tanaman rambat yang kering akibat terbakar, sehingga proses pembiusan sempat mengalami kesulitan,” ujar Handi.

Operasi penyelamatan melibatkan tim WRU BKSDA Kalteng, mitra OF-UK, anggota HKM Karya Masoraian, serta Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Meniti Fajar, Sarwani. Setelah melalui proses yang cukup menantang, Widya dan Wika berhasil dievakuasi.

“Widya diketahui memiliki bobot 38 kilogram. Identitasnya dipastikan melalui nomor mikrocip yang terpasang pada tubuhnya. Sementara itu, Wika yang masih berusia tujuh bulan turut dibawa bersama induknya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIGUYUR HUJAN, Hotspot Karhutla Kobar Merosot jadi 22 Titik
BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla
TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas
PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18