TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banteng Kalimantan (Bos javanicus lowi) merupakan subspesies liar berstatus terancam punah yang mendiami area hutan pedalaman TNK. (Foto: Dok Balai TNK)

Banteng Kalimantan (Bos javanicus lowi) merupakan subspesies liar berstatus terancam punah yang mendiami area hutan pedalaman TNK. (Foto: Dok Balai TNK)

SuarIndonesia — Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan fungsinya sebagai kawasan pelestarian alam untuk menjaga kelangsungan hidup 324 spesies fauna, termasuk sejumlah satwa yang masuk kategori terancam punah.

“Kami mencatat keanekaragaman fauna di Taman Nasional Kutai sebanyak 324 spesies, terdiri atas 90 jenis mamalia, 196 jenis kupu-kupu, dan 38 jenis fauna goa,” kata Kepala Balai Taman Nasional Kutai Syaiful Bahri di Samarinda, Kamis (11/6/2026).

Dia menyampaikan kawasan perlindungan ini memberikan prioritas khusus bagi penyelamatan tiga satwa endemik berstatus terancam punah, yakni orangutan Kalimantan timur laut (Pongo pygmaeus morio), bekantan (Nasalis larvatus), serta banteng liar Kalimantan (Bos javanicus lowi).

Lanjutnya, untuk memastikan pengawasan satwa berjalan maksimal di tengah potensi gangguan habitat, pihak pengelola telah beradaptasi menggunakan teknologi berupa drone thermal dan kamera jebak (camera trap).

“Walaupun membutuhkan waktu hingga bulan ketiga agar hewan terbiasa dan mulai terekam, instrumen kamera jebak tersebut sangat membantu dalam menemukan kembali satwa langka, sebagai contoh kucing hutan jenis macan dahan yang sebelumnya disangka telah tiada,” ucap Syaiful.

Lensa kamera pemantau tersebut, kata dia, juga menangkap pergerakan burung tokhtor Kalimantan serta memastikan eksistensi burung kuau yang sempat ditemukan di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur.

Baca Juga :   OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Mengingat besarnya tantangan pelestarian di lapangan, Balai Taman Nasional Kutai aktif menjalin sinergi bersama lembaga non-pemerintah seperti Yayasan Jejak Pulang dari Samboja untuk memperkuat instrumen konservasi orangutan.

“Fokus utama kolaborasi tersebut saat ini adalah melakukan kajian terkait kelayakan habitat di kawasan hutan TNK sebagai titik pelepasliaran bagi orangutan yang telah siap dikembalikan ke alam bebas,” tutur Syaiful dilansir dari AntaraKaltim.

Langkah lanjutan yakni kerja sama perlindungan fauna dengan Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) untuk pendampingan melindungi sisa populasi banteng Kalimantan di area Taman Nasional Kutai.

Pengelola menyadari sepenuhnya bahwa upaya menjaga bentang alam yang mencakup wilayah Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Timur tersebut mutlak membutuhkan dukungan penyadartahuan dari warga lokal.

“Pelibatan masyarakat diwujudkan melalui pengembangan pariwisata minat khusus yang menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk menjadikan warga sebagai garda terdepan pelindung hutan sekaligus penggerak ekonomi daerah lewat program Perhutanan Sosial,” ungkap Syaiful.

Taman Nasional Kutai merupakan kawasan pelestarian alam seluas 193.753,42 hektare yang terbagi atas tujuh tipe ekosistem dengan dominasi hutan dipterokarpa mencapai 145.745,46 hektare. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
KASUS RITA WIDYASARI: KPK Periksa Bupati PPU dan 22 Saksi Lainnya
OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
DIDUGA LOMPAT dari Jembatan Mahakam, BB Ditemukan Tewas Mengambang
TERKUAKNYA DUGAAN KS di Ponpes Kukar, Korban Diam Bertahun-tahun
102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan
DITAHAN Dua Tersangka Korupsi Batu Bara Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:32

PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:26

2 KG SABU Gagal Diedarkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:17

WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:05

KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:56

TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:41

1.793 HAJI DEBARKASI Banjarmasin Sudah Pulang

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:58

WARGA MERASA RESAH Keberadaan Sekelompok Remaja, Dua Membawa Sajam Diamankan Reskrim Polresta Banjarmasin

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:30

DIWISUDA TAHFIZ Ratusan SD Islam Sabilal Muhtadin, Bukti Semangat Mencintai Al-Qur’an

Berita Terbaru

Pelajar Tewas Usai Terjatuh dari Menara Masjid Raya Darussalam Palangka Raya. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PELAJAR TEWAS Terjatuh dari Menara Masjid

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:32

Barang bukti narkoba di Tanah Bumbu. (Foto: Istimewa)

Hukum

2 KG SABU Gagal Diedarkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:26

WN Malaysia diamankan karena kedapatan membawa narkoba di jalur tikus perbatasan RI-Malaysia. (Foto: detik/Ocsya Ade CP)

Hukum

WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:17

Banteng Kalimantan (Bos javanicus lowi) merupakan subspesies liar berstatus terancam punah yang mendiami area hutan pedalaman TNK. (Foto: Dok Balai TNK)

Kaltim

TAMAN NASIONAL KUTAI Wadah Pelestarian 324 Fauna

Kamis, 11 Jun 2026 - 21:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca