STOK AMAN, Akhirnya PMI Kota Banjarmasin Bisa Simpan Plasma di Kulkas

Bagikan :
STOK AMAN, Akhirnya PMI Kota Banjarmasin Bisa Simpan Plasma di Kulkas

SuarIndonesia — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin akhirnya bisa menyimpan plasma konvalesen di tempat khusus untuk dijadikan stok dengan aman.

Pasalnya, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin baru saja mendapatkan bantuan berupa satu unit kulkas khusus penyimpanan plasma konvalesen dari PLN Kota Banjarmasin.

Kulkas khusus tersebut diserahkan secara simbolis oleh pihak UPP PLN Kota Banjarmasin kepada Ketua PMI Kota Banjarmasin, Rusdiansyah di gedung PMI Kota Banjarmasin, Kamis (25/11/2021).

Manajer UPP PLN Kota Banjarmasin, Sudarto mengatakan, kulkas khusus tersebut merupakan bantuan yang berasal dari PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng yang diserahkan melalui pihaknya.

Tidak main-main, harga satu unit kulkas khusus yang memiliki tinggi kurang lebih satu meter setengah itu adalah Rp200 juta.

“Kami harap alat ini bisa memudahkan kinerja petugas PMI untuk menyimpan plasma agar tetap bisa digunakan kepada warga yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, Aulia Ramadhan Supit menjelaskan, alat penyimpanan plasma tersebut sangat penting keberadaannya lantaran alat pendingin yang dimiliki PMI sudah rusak dan tidak bisa lagi digunakan untuk menyimpan stok plasma.

Menurutnya, kulkas tersebut tidak hanya diperuntukkan menyimpan plasma konvalesen saja, namun bisa juga digunakan sebagai penyimpanan plasma darah biasa.

Baca Juga :

AMAN untuk Setahun, Stok Plasma Konvalesen PMI Banjarmasin

Pasalnya, permintaan plasma darah yang digunakan untuk pasien non covid di Banjarmasin masih terbilang cukup tinggi dari pasien-pasien di rumah sakit.

“Kebanyakan yang menggunakan itu pasien pengidap kanker yang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Selama ini, Rama mengaku pihaknya tidak bisa memproduksi plasma langsung banyak lantaran alat penyimpanan milik PMI sudah lama rusak.

Sehingga agak memperlambat proses pembuatan, selain itu plasma yang dihasilkan tidak bisa dijadikan stok dikarenakan hanya bisa bertahan selama satu kali 24 jam.

Sehingga dengan adanya kulkas ini otomatis stok plasma milik PMI bisa disimpan selama satu tahun yang bisa digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 jika terjadi gelombang tiga pandemi virus Corona.

Bukan tanpa alasan, selain jangka waktu yang cukup lama untuk menyimpan plasma, kulkas tersebut juga memiliki kapasitas yang cukup banyak. Yakni bisa menyimpan sebanyak 100 kantong plasma untuk menghadapi ancaman lonjakan kasus.

“Semoga saja tidak terjadi, tapi paling tidak kita dari PMI Kota Banjarmasin siap untuk menghadapi kemungkinan tersebut dengan keberadaan kulkas ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah mengaku sangat berterima kasih kepada UPP PLN Kota Banjarmasin terkait adanya bantuan freezer yang memiliki suhu -13°C itu kepada pihaknya.

Ia mengaku akan menggunakan alat tersebut semaksimal mungkin sebagai fasilitas pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Karena ditempat kita memang sangat memerlukan alat ini untuk menyimpan plasma yang diberikan pendonor,” ucapnya saat ditemui awak media.

Pasalnya, jika tidak digunakan dalam 1×24 jam, maka plasma tersebut akan rusak dan tidak bisa lagi digunakan atau didonorkan kepada pasien yang memerlukan.

“Kalau pakai alat ini plasma milik kita bisa bertahan sampai satu tahun,” ungkapnya.

Ia membeberkan, selain bantuan alat penyimpanan tersebut, dalam waktu dekat PMI Kota Banjarmasin juga akan menerima bantuan berupa satu unit mobil ambulans dari PT Pertamina.

“Seluruh bantuan ini akan kita gunakan sebagai penunjang dalam peningkatan mutu pelayanan kita terhadap masyarakat,” pungkasnya. (SU)

 189 kali dilihat,  14 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!