STOK AMAN, Akhirnya PMI Kota Banjarmasin Bisa Simpan Plasma di Kulkas

- Penulis

Jumat, 26 November 2021 - 00:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin akhirnya bisa menyimpan plasma konvalesen di tempat khusus untuk dijadikan stok dengan aman.

Pasalnya, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin baru saja mendapatkan bantuan berupa satu unit kulkas khusus penyimpanan plasma konvalesen dari PLN Kota Banjarmasin.

Kulkas khusus tersebut diserahkan secara simbolis oleh pihak UPP PLN Kota Banjarmasin kepada Ketua PMI Kota Banjarmasin, Rusdiansyah di gedung PMI Kota Banjarmasin, Kamis (25/11/2021).

Manajer UPP PLN Kota Banjarmasin, Sudarto mengatakan, kulkas khusus tersebut merupakan bantuan yang berasal dari PLN Unit Induk Wilayah Kalselteng yang diserahkan melalui pihaknya.

Tidak main-main, harga satu unit kulkas khusus yang memiliki tinggi kurang lebih satu meter setengah itu adalah Rp200 juta.

“Kami harap alat ini bisa memudahkan kinerja petugas PMI untuk menyimpan plasma agar tetap bisa digunakan kepada warga yang membutuhkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, Aulia Ramadhan Supit menjelaskan, alat penyimpanan plasma tersebut sangat penting keberadaannya lantaran alat pendingin yang dimiliki PMI sudah rusak dan tidak bisa lagi digunakan untuk menyimpan stok plasma.

Menurutnya, kulkas tersebut tidak hanya diperuntukkan menyimpan plasma konvalesen saja, namun bisa juga digunakan sebagai penyimpanan plasma darah biasa.

Baca Juga :

AMAN untuk Setahun, Stok Plasma Konvalesen PMI Banjarmasin

Pasalnya, permintaan plasma darah yang digunakan untuk pasien non covid di Banjarmasin masih terbilang cukup tinggi dari pasien-pasien di rumah sakit.

“Kebanyakan yang menggunakan itu pasien pengidap kanker yang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Selama ini, Rama mengaku pihaknya tidak bisa memproduksi plasma langsung banyak lantaran alat penyimpanan milik PMI sudah lama rusak.

Sehingga agak memperlambat proses pembuatan, selain itu plasma yang dihasilkan tidak bisa dijadikan stok dikarenakan hanya bisa bertahan selama satu kali 24 jam.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Sehingga dengan adanya kulkas ini otomatis stok plasma milik PMI bisa disimpan selama satu tahun yang bisa digunakan untuk penanganan pasien Covid-19 jika terjadi gelombang tiga pandemi virus Corona.

Bukan tanpa alasan, selain jangka waktu yang cukup lama untuk menyimpan plasma, kulkas tersebut juga memiliki kapasitas yang cukup banyak. Yakni bisa menyimpan sebanyak 100 kantong plasma untuk menghadapi ancaman lonjakan kasus.

“Semoga saja tidak terjadi, tapi paling tidak kita dari PMI Kota Banjarmasin siap untuk menghadapi kemungkinan tersebut dengan keberadaan kulkas ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua PMI Kota Banjarmasin Rusdiansyah mengaku sangat berterima kasih kepada UPP PLN Kota Banjarmasin terkait adanya bantuan freezer yang memiliki suhu -13°C itu kepada pihaknya.

Ia mengaku akan menggunakan alat tersebut semaksimal mungkin sebagai fasilitas pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Karena ditempat kita memang sangat memerlukan alat ini untuk menyimpan plasma yang diberikan pendonor,” ucapnya saat ditemui awak media.

Pasalnya, jika tidak digunakan dalam 1×24 jam, maka plasma tersebut akan rusak dan tidak bisa lagi digunakan atau didonorkan kepada pasien yang memerlukan.

“Kalau pakai alat ini plasma milik kita bisa bertahan sampai satu tahun,” ungkapnya.

Ia membeberkan, selain bantuan alat penyimpanan tersebut, dalam waktu dekat PMI Kota Banjarmasin juga akan menerima bantuan berupa satu unit mobil ambulans dari PT Pertamina.

“Seluruh bantuan ini akan kita gunakan sebagai penunjang dalam peningkatan mutu pelayanan kita terhadap masyarakat,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api
KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi
MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur
KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:24

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat

Senin, 7 September 2026 - 23:11

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 September 2026 - 21:57

POLRI Diminta Proses Hukum Korporasi Terlibat Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 21:27

PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN

Senin, 7 September 2026 - 00:06

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Minggu, 6 September 2026 - 20:13

KASUS KARHUTLA: 113 Orang Ditetapkan Tersangka

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Foto ilustrasi modifikasi cuaca. (si/ut/gemini.ai)

Kalteng

OMC Kalteng Terkendala Langit Minim Awan

Senin, 7 Sep 2026 - 22:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca