Seluruh Indonesia Ada 1,2 Juta Guru Terbiasa dengan `Tik’ dan Sekitar 1,8 Juta Belum Melek

- Penulis

Rabu, 20 Maret 2019 - 01:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dari data yang ada, baru 40 guru yang sudah fasih dengan teknologi.

Sisanya sebanyak 60 persen guru belum mampu mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi informasi komunikasi (Tik).

Data itu terbuka pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TIK 2019, Senin (18/3) malam lalu di Hotel Novotel.

Saat ini jumlah guru kurang lebih 3 juta. Artinya 1,2 juta terbiasa dengan Tik, sisanya sekitar 1,8 juta masih belum melek.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Heriansyah yang mewakili Gubernur Kalsel mengatakan,  hadirnya berbagai aplikasi dan platform sosial media, e-commerce, memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan.

“Berkat teknologi, saat ini akses bagi pendidikan sebenarnya sudah mulai terbuka lebar.

Ketergantungan manusia yang tinggi terhadap teknologi, membuat dunia pendidikan juga ikut beradaptasi,” sebutnya.

Dijelaskan gubernur, melalui teknologi kegiatan belajar mengajar cenderung berjalan dua arah.

Siswa dapat menerima pembelajaran yang disediakan melalui aplikasi atau website, seperti rumah belajar, TV Edukasi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini juga menjelaskan pentingnya inovasi untuk mempertahankan eksestensi di era modern sekarang.

Dengan inovasi dapat meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

“Satu-satunya yang dapat mempertahankan eksistensi kita di tengah perubahan adalah inovasi.

Dalam berbagai kesempatan, saya terus tekankan hal ini.

Teruslah bergerak, berubah, beradaptasi, dan lahirkan inovasi.

Jika kita tidak terbiasa berinovasi, maka semakin jauh pula ketertinggalan kita dengan bangsa-bangsa lain,” jelasnya.

Sementara, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Gatot Suharwoto menjelaskan,  ada tiga faktor mengapa banyak guru belum melek teknologi.

Baca Juga :   GEGER ! Mr X Ditemukan tak Bernyawa di Samping Mushola Al-Falah Banjarmasin

Pertama, Gatot Suharwoto berujar,  karena kompetensi guru masih rendah di dunia TIK.

“Kita sadari 30 persen guru di Indonesia sudah di atas 45 tahun dan sudah mau pensiun dan kompetensi Tik belum menguasai penuh,” katanya.

Kedua, hal itu dikarenakan konten teknologi pendidikan masih minim.

“Menkominfo melakukan survei, dari sejuta konten yang beredar di dunia maya di Indonesia baru 200 ribu yang mendidik.

Selebihnya sebanyak 800 konten masih negatif dan tidak mendidik, sehingga guru sulit untuk mengambil sampel atau bahan yang mendidik,” bebernya.

Ketiga, perlu adanya fasilitas dan infrastruktur yang memadai di daerah-daerah.

Pustekom juga ikut memberikan fasilitas Tik kepada sekolah-sekolah A. Agar infrastruktur terpenuhi minimal PPBD online dan UNBK.

Gatot Suharwoto mengungkapkan, untuk meningkatkan tenaga guru yang melek teknologi berbasis Tik dalam bahan ajar Pustekom RI menggelar beberapa program membuat bahan ajar.

Semisal program membuat bahan Tik (Membatik).

“Kita bikin diklat berbasis online. Tahun kemarin kita menjaring 16 ribu guru.

Ada online dan tatap muka. Kalau tatap muka kita memungkinkan juga,” runutnya.

Program ketiga namanya (Pembatik) atau pemanfaatan bahan ajar TIK.”Kita lombakan yang kita sebut duta rumah belajar. Kita seleksi level levelnya dan terbaik kita insentif dan beri penghargaan,” katanya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:17

WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:05

KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:49

WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 23:11

FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca