SAUDI Capai 50 Derajat, Warga ‘Terpanggang’

- Penulis

Selasa, 1 Agustus 2023 - 00:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang panas ekstrem masih menerjang Arab Saudi dan sekitarnya dengan suhu diperkirakan melonjak hingga 50 derajat Celsius di seluruh negeri mulai pekan ini. (Foto: Twitter)

Gelombang panas ekstrem masih menerjang Arab Saudi dan sekitarnya dengan suhu diperkirakan melonjak hingga 50 derajat Celsius di seluruh negeri mulai pekan ini. (Foto: Twitter)

SuarIndonesia — Gelombang panas ekstrem masih menerjang Arab Saudi dan sekitarnya dengan suhu diperkirakan melonjak hingga 50 derajat Celsius di seluruh negeri mulai awal pekan ini.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Saudi (NCM), sejumlah provinsi di timur Saudi berkisar antara 48-50 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di bagian timur dan selatan Ibu Kota Riyadh akan berkisar antara 46-48 derajat Celsius.

Selama akhir pekan mendatang, suhu di seluruh Saudi diperkirakan mencapai 45-49 derajat Celsius, tertinggi sepanjang masa.

Suhu di Al-Ahsa mencapai 49 derajat Celsius, sementara di Dammam meningkat hingga 48 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu di Wadi al-Dawasir dan Sharoorah mencapai 46 derajat Celsius. Di Jeddah dan Qaisumah suhu mencapai 45 derajat Celsius.

Kementerian Kesehatan Saudi pun telah mengeluarkan peringatan yang mendesak masyarakat untuk berhati-hati saat berada di luar ruangan karena paparan gelombang panas parah dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip Al Arabiya, kementerian juga mengimbau warga agar mengurangi hingga menghindari aktivitas di luar ruangan sekitar jam 11.00 sampai 15.00 sore waktu setempat.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Gelombang panas ekstrem tak hanya menghantam Arab Saudi. Beberapa negara di Eropa, China, Irak hingga Korea Selatan juga tengah mengalami hal serupa, seperti dikutip CNNIndonesia, Senin (31/7/2023).

Di Irak, suhu bahkan sempat mencapai 53 derajat Celsius. Lebih dari 250 orang dilaporkan meninggal dunia di India, Meksiko, hingga Korsel akibat terpapar cuaca panas dan penyakit yang berkaitan dengan cuaca ekstrem.

Sejumlah ahli mengatakan cuaca panas yang semakin ekstrem ini merupakan dampak dari perubahan iklim dan kenaikan suhu global yang kian mengkhawatirkan setiap tahunnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18