RUSAK Bukan akibat Ditelantarkan, Fasilitas Wisata Sungai Biuku

- Penulis

Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, membantah bahwa banyaknya fasilitas yang rusak di kampung wisata Sungai Biuku, dikarenakan adanya pembiaran alias ditelantarkan.

Selain itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, bahwa keputusan ditutupnya kawasan kampung wisata yang ada di Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara sejak Kamis (19/05/2022) kemarin juga bukan disebabkan kerusakan yang terjadi.

“Kan kita sudah dua tahun mengalami pandemi. Artinya memang sebelumnya banyak pengunjung. Dan sejak pandemi ada, terpaksa semua objek wisata ditutup,” ucapnya saat ditemui awak media di siring Jalan Piere Tendean, Jumat (20/05/2022).

Alasan itulah yang dipakai Ibnu Sina atas kondisi yang terjadi pada kampung wisata selanjung Sungai Biuku tersebut.

“Jangan anggap itu pembiaran. Karena mau kita perbaiki pun, siapa yang datang,” ungkapnya.

Kendati demikian, Ibnu mengklaim bahwa saat ini pihaknya bersama jajaran Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin sudah mulai mencoba memperbaiki dan mengembalikan nilai wisata yang ada di Banjarmasin.

“Karena itu, tolong dipahami bahwa kita sudah mulai mencoba untuk memperbaiki dan kembali melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis di sana agar wisata di tempat tersebut bisa kembali bangkit.”

“Karena Dari 10 destinasi wisata baru yang kita bentuk sejak tahun 2018 salah satunya adalah Sungai Biuku. Dan memang Sungai Biuku ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata di Banjarmasin,” ujarnya

Dengan upaya tersebut, ia berharap seluruh destinasi wisata yang sudah dibentuk dalam beberapa tahun ini bisa didress up seperti halnya kawasan wisata Kubah Habib Basirih yang masuk 50 besar desa wisata dari kementerian.

“Itu sudah jadi hal yang luar biasa, karena dari 3.000 lebih desa wisata, kita satu-satunya di kalsel masuk di 50 besar,” ungkapnya.

“Apabila bisa kita lakukan hal yang sama pada kampung wisata lainnya di Banjarmasin ini seperti Kampung Biru, Kampung Hijau, Kampung Arab, termasuk Sungai Biuku saya kira akan bisa menambah nilai jual pada pelancong dan wisatawan,” tambah Ibnu.

Karenanya, Ibnu menekankan ada catatan yang harus dibenahi supaya kampung wisata lain bisa senasib dengan Kubah Habib Basirih.

“Pada intinya akan kita coba revitalisasi lagi, dengan alokasi anggaran yang cukup baik dari APBD maupun dari CSR, agar kawasan wisata kita bisa dihidupkan kembali,” imbuhnya.

Baca Juga :   PASLON Bupati HSU dan Wakil Telah Sampaikan Visi-Misi pada Debat Terbuka Perdana

“Targetnya dalam setahun ini, tandasnya.

Di samping itu, menurut Ibnu Sina, keputusan Presiden Joko Widodo yang sudah memberikan kelonggaran dalam pemakaian masker di tempat terbuka, akan dijadikan momen untuk kebangkitan wisata di Banjarmasin.

“Yang paling penting itu adalah keberadaan pokdarwisnya. Karena merekalah yang menjaga dan membenahi kawasan tersebut,” tuntasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pariwisata Disbuporapar Kota Banjarmasin, Fitriah mengungkapkan Kampung Wisata Sungai Biuku harus tetap hidup karena termasuk satu dari sepuluh prioritas destinasi wisata di Kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.

“Harus dihidupkan kembali karena kampung ini salah satu dari 10 prioritas destinasi wisata kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Meskipun, saat ini diakuinya, Kampung Wisata tersebut terdampak musibah banjir yang mengakibatkan Pionering yang awalnya menjadi spot foto, terlalu susah untuk dirawat di daerah rawa (gampang rapuh) karena terendam air.

Di sisi lain ujarnya, hewan endemik biuku, kura-kura, bidawang yang lepas karena kandang rusak setelah diterjang banjir sehingga untuk memulai kembali perlu proses dan itu membuat salah satu daya tarik bahkan daya tarik utama (hewan biuku) tidak berjalan.

“Sehingga kemudian membuat pokdarwis setempat menutup sementara tempat wisatanya,” kata wanita yang akrab disapa Fitri itu.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 juga berpengaruh, menjadikan sepi kunjungan wisata, sehingga saat ini pokdarwis ujarnya sedang melakukan pembenahan dan perbaikan sarana dan prasarana yg tersedia di sana.

“Namun semua itu, (pengelolaannya) dilakukan oleh Pokdarwis itu sendiri dan bisa saja berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata sebagai mitra dari mereka,” pungkasnya.

Ia menekankan, Disbudporapar Kota Banjarmasin senantiasa berupaya mendorong dan memberi dukungan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bisa menggerakkan kampung wisatanya bangkit kembali pasca musibah banjir dan Pandemi Covid-19.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Disbudporapar yakni melakukan promosi dengan masif untuk kampung wisata tersebut, salah satunya termasuk kampung wisata Sungai Biuku. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:29

POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:10

KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:17

WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:05

KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:49

WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 23:11

FESTIVAL BAKCANG 2026 Singkawang Hadirkan Beragam Tradisi dan Atraksi Budaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca