RITUAL ‘Ngarantek Sawa Bahu’ Wujud Pelestarian Budaya dan Multikulturalisme

- Penulis

Senin, 9 Juni 2025 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan event budaya Ngerantek Sawa Bahu di Kecamatan, Lumar Bengkayang, Kalbar pada Senin (9/6/2025). (Foto: ANTARA/Narwati)

Pembukaan event budaya Ngerantek Sawa Bahu di Kecamatan, Lumar Bengkayang, Kalbar pada Senin (9/6/2025). (Foto: ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan ritual Ngarantek Sawa Bahu atau tahun baru padi di Bengkayang Kalimantan Barat sebagai bentuk pelestarian budaya dan multikulturalisme di daerah setempat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Darwis dalam pembukaan Budaya Ngarantek Sawa Bahu ke-VII di kecamatan Lumar, Bengkayang, Senin (9/6/2025).

“Ritual Ngarantek Sawa Bahu ini menandai dimulainya musim berladang dengan cara meminta petunjuk alam dan Jubata (Tuhan) untuk menentukan tempat yang baik dalam membuka lahan baru,” ujarnya.

Menurutnya, ritual ini bukan hanya sebatas tradisi, tapi juga wahana menumbuhkan semangat dan motivasi dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Lumar.

Ia menegaskan, pentingnya warisan budaya seperti Ngarantek Sawa Bahu untuk terus dirawat dan dijaga keberadaannya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Hal ini dinilai sejalan dengan semangat multikulturalisme yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Multikulturalisme bukan sekadar pengakuan terhadap keberagaman, tetapi juga penghormatan terhadap kesetaraan dalam perbedaan. Semangat ini bertentangan dengan sikap eksklusivisme, egoisme, dan fanatisme sempit yang tidak sesuai dengan nilai-nilai nasionalisme yang diwariskan oleh para pendiri bangsa,” kata Darwis, dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Kegiatan budaya seperti ini juga selaras dengan kebijakan nasional dan daerah, termasuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang Nomor 3 Tahun 2020, serta Peraturan Bupati Nomor 64 Tahun 2020 yang semuanya mengatur tentang pelestarian budaya daerah.

Baca Juga :   PENGUSAHA Singkawang Ditembak, Adik Diduga Jadi Inisiator

Pemerintah Bengkayang akan terus mendukung kegiatan-kegiatan serupa yang bersifat memajukan kebudayaan daerah. Hal ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas keberagaman etnis dan budaya yang dimiliki Bengkayang.

“Sebagai warga Kabupaten Bengkayang, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemajemukan ini. Jika mampu dikemas dengan baik, keberagaman ini adalah potensi budaya yang tak ternilai harganya,” ujarnya menambahkan.

Bupati harap, acara tersebut menjadi momen penting dalam merawat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi sebagai simbol kebersamaan lintas budaya dan agama yang hidup rukun di tengah masyarakat Kabupaten Bengkayang. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

51 ORANG UTAN Diselamatkan dari Karhutla Kalbar
MEMPRIHATINKAN! 4 Orang Utan Terjebak Karhutla
TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait
46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla
KETAPANG Dominasi Hotspot Terbanyak
70 HARI Relawan Karhutla Lawan Asap dan Lakukan Evakuasi
361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera
3 KURIR Narkoba Tertangkap Bawa 16,3 Kg Sabu dari Kalbar ke Palangka Raya

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca