RIBUAN Guru Demo Minta Dilindungi dari ‘Bullying’ Orang Tua Murid

- Penulis

Minggu, 17 September 2023 - 23:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SEORANG guru meneriakkan slogan-slogan saat unjuk rasa menuntut perlindungan hukum yang lebih baik atas perilaku bullying orang tua murid di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (16/9/2023). Poster bertuliskan

SEORANG guru meneriakkan slogan-slogan saat unjuk rasa menuntut perlindungan hukum yang lebih baik atas perilaku bullying orang tua murid di dekat Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (16/9/2023). Poster bertuliskan "Berikan kekebalan kepada guru dari klaim pelecehan emosional terhadap anak" (AP Photo/Ahn Young-joon)

SuarIndonesia — Puluhan ribu guru dan staf sekolah berdemonstrasi di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (16/9/2023) demi menuntut perlindungan hukum atas perilaku perundungan (bullying) yang tak jarang dilakukan oleh orang tua/wali murid.

Tak hanya bagi para siswa, dunia pendidikan di Korsel memang terkenal sangat kompetitif hingga tingkat depresi hingga bunuh diri terbilang tinggi di Negeri Ginseng.

Demo pada Sabtu dipicu oleh kematian seorang guru di sebuah sekolah dasar di Seoul pada Juli lalu. Guru itu dilaporkan bunuh diri setelah sempat menunjukkan tanda-tanda depresi dan tekanan emosional akibat keluhan dari para orang tua murid yang diduga kerap merundung sang guru.

Puluhan ribu guru dan staf sekolah berdemonstrasi di Ibu Kota Seoul, Korsel, demi menuntut perlindungan hukum atas perilaku bullying orang tua murid. (AFP/Jung Yeon-Je)

Dikutip CNNIndonesia dari Associated Press, kepolisian Seoul melaporkan sekitar 20 ribu guru dan staf sekolah hadir dalam demo pada Sabtu (16/9/2023).

Dengan mengenakan pakaian serba hitam, ribuan guru dan staf sekolah memenuhi jalan dekat Majelis Nasional (parlemen Korsel), meneriakkan slogan-slogan dan mengangkat poster bertuliskan: “Berikan kekebalan kepada guru dari klaim pelecehan emosional terhadap anak.”

Para pengunjuk rasa mengatakan lebih dari 9.000 guru telah dilaporkan oleh orang tua murid mereka karena dituduh melakukan pelecehan terhadap anak dalam delapan tahun terakhir.

“Saya berharap RUU yang sedang dibahas sekarang (oleh anggota parlemen) akan disahkan sesegera mungkin untuk menjamin hak hidup guru dan memberdayakan guru untuk memberikan pendidikan yang baik,” kata Ahn Ji Hye, seorang guru dan salah satu penyelenggara protes.

Demonstrasi guru ini sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir, namun terus meluas akhir pekan ini.

Para guru menganggap undang-undang saat ini mempersulit pengajar mengontrol kelas.

Kondisi ini dianggap para guru menyebabkan mereka berada di bawah kontrol orang tua murid yang tak jarang arogan, sombong, dan dengan mudah menuduh mereka melakukan pelecehan emosional terhadap anak-anaknya.

Baca Juga :   RACE MotoGP Inggris 2026: Fernandez Juara Ungguli Martin dan Bezzecchi

Akibat protes ini, parlemen Korsel tengah memperdebatkan rancangan undang-undang untuk memenuhi beberapa tuntutan para guru soal perlindungan dari tuduhan pelecehan terhadap murid.

Kementerian Pendidikan dan Kehakiman dalam siaran pers bersama mereka bahkan menuduh pemerintah pusat yang kini menerapkan kebijakan yang “terlalu menekankan hak asasi manusia anak-anak,” yang menurut mereka menyebabkan peningkatan “laporan pelecehan anak yang tidak berdasar.”

Namun, beberapa ahli memprotes RUU itu lantaran dapat semakin melemahkan perlindungan bagi anak-anak yang telah bekerja keras belajar selama bertahun-tahun di lingkungan yang sangat kompetitif.

Di Korsel, lulus dari universitas elite, terutama di Ibu Kota Seoul, dipandang penting menentukan prospek karier dan pernikahan di masa depan.

Akibat lingkungan yang kompetitif seperti ini, tak sedikit orang tua murid yang rela melakukan apa saja bagi anak mereka agar bisa masuk sekolah-sekolah elite di Seoul.

Persaingan ketat ini pun memicu tingkat depresi hingga bunuh diri tinggi di Korsel, terutama Seoul. Menurut Kementerian Pendidikan dan Layanan Asuransi kesehatan Nasional, lebih dari 820 siswa SD, SMP, dan SMA meninggal dunia karena bunuh diri antara 2018-2022. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18