RATUSAN FASILITAS Pendidikan di Kalsel Terdampak, Dewan Minta Mitigasi Bencana Jangka Panjang

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 22:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Data BPBD Kalsel sejak awal Januari tadi sebanyak 62.300 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Dari jumlah itu, sebanyak 293 kepala keluarga mengungsi karena rumahnya tak bisa lagi ditinggali.

Plt Kepala BPBD Kalsel, Faried Fakhmansyah menngatakan jumlah jiwa yang terdampak mencapai 172.686 orang.

Bahkan, tak hanya sebanyak 53.949 rumah, juga terdapat 13 fasilitas kesehatan turut terdampak banjir.

Selain itu, sebanyak 76 fasilitas rumah ibadah dan 106 fasilitas pendidikan yang terdampak karena banjir.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Yani Helmi meminta kepada pemprov agar lebih memberi atensi kewaspadaan terhadap bencana banjir ini.

“sudah sejak lama dari 2021 lalu mewanti wanti agar memikirkan infrastruktur,” kata Paman Yani sapaan akrabnya.

Termasuk melakukan pengerukan sungai agar tak terjadi penghambatan aliran sungai dari hulu.“Saya sudah sejak lama meminta ini. Tapi sampai sekarang tak ada pengerukan di Sungai Martapura,” cecar Anggota Fraksi Partai Golkar itu.

Yani Helmi bahkan menyentil peran kabupaten/kota yang seakan manja mengharapkan pemerintah provinsi dalam penanganan banjir.

“Persoalan banjir ini jangan hanya menjadi tanggung jawab provinsi. Kalau perlu kabupaten/kota nanti dihadirkan,” tekannya.

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar meminta pemprov agar menyusun grand desain penanganan banjir.

Baca Juga :   HUT ke 17 Gerindra Terus Berjuang Tiada Akhir, Jangan Khianati Rakyat

Menurutnya, ini sangat dibutuhkan. Selain untuk penangan jangka pendek, maupun jangka panjang dalam mitigasi banjir.

Gusti Iskandar menegaskan perlu upaya yang lebih nyata untuk menekan banjir berulang ini, hingga tak lagi terjadi banjir parah.

“Kalau tak ada grand desain, tiap tahun pasti terulang kembali. Mitigasi saya sangat setuju. Tapi tak hanya jangka pendek, harus ada mitigasi jangka panjang,” cecarnya.

Gusti Iskandar mengatakan saat kawasan hulu diguyur hujan, maka akan turun airnya ke hilir. Belum lagi jika di hilir terjadi rob, maka banjir tak bisa dihindari.

“Ini yang patut dipikirkan dan diperbuat. Khususnya mitigasi jangka panjang,” pintanya.

Plt Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Adhi Maulana menyampaikan pemprov telah berupaya mengatasi permasalahan banjir.

Sejak banjir besar 2021 lalu, kegiatan penanganan itu ada di SKPD teknis.

“Normalisasi sungai contohnya, sudah dikerjakan oleh Dinas PUPR. Termasuk upaya penanaman dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan,” ujarnya (HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRODUKSI PADI Kalsel Capai 1,3 juta Ton
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”
KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”
GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla
PESUT MATI Terbelah Kena Pukat Kurau

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 00:18

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 22:33

ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli

Selasa, 14 April 2026 - 22:21

SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Selasa, 14 April 2026 - 18:56

TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Selasa, 14 April 2026 - 15:23

KESIAPSIGAAN KARHUTLA Kerahkan Ratusan Personel dan Sarpras, Kapolda Kalsel : “Kita tak Boleh Lengah”

Selasa, 14 April 2026 - 00:16

GUBERNUR MUHIDIN Ajak Warga Kalsel Cegah Karhutla

Senin, 13 April 2026 - 23:06

TAK AMPUN MAAF Bagi Seili Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi Selat Hormuz mulai dibuka kembali setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. (pixabay/ ELG21).

Internasional

ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:43

Kilang Minyak Putri Tujuh milik Pertamina UP II Dumai di Dumai, Riau. (Dok Antara/Aswaddy H)

Bisnis

PERTAMINA Mampu Olah Crude dari Rusia

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:18

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara memusnahkan 1,7 ton media pembawa tanpa dokumen karantina dengan menggunakan incinerator di Satpel Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Selasa (14/4/2026). (Balai Karantina Kaltara)

Kaltara

DIMUSNAHKAN 1,7 Ton Media Pembawa tanpa Dokumen

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:08


Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya. (Antara)

Kalteng

FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK

Rabu, 15 Apr 2026 - 00:00

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca