PRAPERADILAN, Termohon Polres Batola Belum Menyelesaikan Administratif di Internal

- Penulis

Jumat, 23 Mei 2025 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pengadilan Negeri Marabahan menggelar sidang Praperadilan dengan nomor perkara: 1/Pid.Pra/2025/PN.Mrh tanggal 15 Nei 2025.

Itu dengan Pemohon empat orang, yang disebut, satunya oknum Advkat,  didampingi oleh penasihat hukumnya dari Kantor Hukum Advokat/Pengacara Ahmad Suhaimi, SHI VS.

Termohon Polres Barito Kuala (Batola) dan sidang dipimpin langsung oleh Hakim Tunggal Praperadilan Danang Slamet Riyadie, SH, pada Kamis (22/5/2025).

Begitu sidang yang seharusnya digelar pada pukul 10 pagi tersebut, akhirnya harus dimundurkan spukul 2,  karena untuk menunggu kedatangan pihak Termohon Penyidik Polres Batolaa.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Hakim Tunggal Praperadilan Danang Slamet Riyadie, SH membuka sidang dan mencek semua pihak yang bisa berhadir.Namun didapat, bahwa pihak Termohon tidak juga berhadir. Kemudian Pihak Kepaniteraan Pengadilan Marabahan menyerahkan Surat dari Polres Barito Kuala, dan membacakan Isinya yang pada Intinya pihak Termohon masih belum menyelesaikan masalah Administratif di Internal mereka.

Disebut, ini terkait penunjukan/pendampingan dalam menghadapi persidangan dari Bidang Hukum Polda Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, Hakim Tunggal memberikan waktu kesempatan kepada pihak Termohon agar bisa menyelesaikan masalah penunjukan kuasanya secara internal.

Akhirnya Hakim menentukan sidang lanjutan pada  5 Juni 2025 sebagai sidang ke-2, dan diharapkan pihak Polres dapat berhadir dan menyelesaikan jawaban atas keberatan para Pemohon.

Karena Hakim Tunggal menganggap pihak Termohon juga telah mendapatkan salinan Permohonan Praperadilan dari Pemohon terkait keberatan mereka terhadap Penetapan Tersangka yang dianggap melanggar KUHAP dan Tidak Sah.

Adapun Team Hukum Pemohon yang berhadir adalah  Dr. Samsul Hidayat, SH, MH, Samsul Bahri, SHi, MH, Husrani Noor, SE, SH, MH, Khairil Fadli, SH, Abdurrahman, SE, SH, MSi, Syahrizal, SH serta Akhmad Perdana Alamsyah, SH.

Salah satu kuasa hukum Pemohon Praperadilan yakni Khairil Fadli, SH mengatakan kepada awak media bahwa ada sekitar 6 hal yang menjadi poin keberatan dan diduga bertentangan dengan hukum yang di jalankan serta harus dijelaskan oleh Penyidik di Persidangan Praperadilan ysng hingga akhirnya tetap menetapkan empat orang menjadi tersangka.

Baca Juga :   MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

Diantaranya yaitu mMengapa penyidik tidak pernah menyerahkan durat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada kliennya ?.

Sedangkan dalam Peraturan Kapolri No. 6 Tahun 2019 Tentang penyidikan tindak pidana pasal 14 ayat (1) disebutkan SPDP dikirimkan/ diberitahukan kepada Penuntut Umum, Pelapor/Korban, juga Terlapor paling Lambat 7 hari setelah ada surat perintah Penyidikan.

Hal mana putusan Mahkamah Konstitusi No. 130/PUU-XIII/2015 juga memperkuat bahwa Penyampaian SPDP adalah Wajib dilakukan Penyidik ke para pihak yang berperkara.

Karena jika diabaikan sangat merugikan Hak Konstitusional kliennya, yang tiba-tiba dijadikan Tersangka.

Penyitaan yang Tanpa Izin /Persetujuan Pengadilan.

Penyidik memasuki permasalahan Sengketa Perdata yang menjadi polemik di areal yang menjadi permasalahan.

Hal mana ada sengketa hak yang telah bergulir di Pengadilan Negeri Marabahan yang harus di dahulukan dalam penyelesaian permasalahannya.

Karena, dimana PT Agri Bumi Sentosa (ABS) yang menjadi Pelapor pencurian sawit, nyatanya di gugat oleh 51 orang, yang memiliki tanah perkebunan sawit yang juga di klaim oleh perusahaan sebagai sawit milik perusahaan,

“Gugatan Terdaftar dengan Nomor perkara : 3/Pdt.G/2025/PN Mrh,” tutupnya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GANDENG Polda Kalsel, Sekretariat DPRD Kalsel Sosialisasi “Risk Assessment”
PROYEK Strategis Daerah Anggaran Infrastruktur 2027 Dibahas DPRD Kalsel dan Dinas PUPR
WARTONO MUNDUR dari Wawali Banjarbaru
AMUK API di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin Lalap Dua Kios, Diduga Akibat Korsleting Listrik
PEMBUNUHAN Terhadap Ijay Seorang Nelayan, 26 Adegan Diperagakan
RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel
TERASA ISTIMEWA, Kapoda Kalsel Turun “Gatur Lalin” di Titik Strategis Banjarbaru

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:01

3 TERSANGKA PENYADAPAN Prabowo Terancam Penjara 10 Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:10

DISTRIBUSI RATUSAN NOZZLE Kebut Pemadaman Karhutla Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 21:05

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 November 2026 - 21:45

WALHI Minta Umumkan Nama Korporasi Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Istimewa)

Nasional

MESKI HUJAN, Armada Udara Siaga Penuh atasi Karhutla

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:05