PESAWAT JATUH: 62 Jenazah Korban Dievakuasi

- Penulis

Senin, 12 Agustus 2024 - 00:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(AFP/MIGUEL SCHINCARIOL)

(AFP/MIGUEL SCHINCARIOL)

SuarIndonesia — Pihak berwenang Brasil telah mengevakuasi 62 jenazah korban tewas usai pesawat Voepass jatuh di Vinhedo, negara bagian Sao Paulo. Kini para ahli mulai memeriksa kotak hitam pesawat untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat.

“Sebanyak 62 jenazah (34 laki-laki dan 28 perempuan) ditemukan dan dibawa ke kamar mayat di Sao Paulo untuk diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga mereka,” kata pemerintah daerah setempat, dikutip detikNews dari AFP, Minggu, (11/8/2024).

Rekaman video menunjukkan pesawat ATR 72-500 itu berputar ke bawah dengan mengerikan pada hari Jumat sebelum jatuh ke daerah permukiman di kota Vinhedo, sekitar 80 kilometer (50 mil) di barat laut ibu kota keuangan Brasil, Sao Paulo.

“Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Voepass itu jatuh hampir vertikal, mendarat dengan perutnya dan meledak dalam kobaran api, menghantam dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga hampir “tergepeng,” kata letnan pemadam kebakaran Sao Paulo, Olivia Perroni Cazo.

Dua orang telah diidentifikasi melalui sidik jari. Wali Kota Vinhedo Dario Pacheco mengatakan kedua korban yang teridentifikasi adalah pilot dan kopilot.

Pesawat turboprop bermesin ganda, yang dibuat oleh perusahaan penerbangan ATR, terbang dari Cascavel di negara bagian Parana selatan ke bandara internasional Guarulhos di Sao Paulo.

Para ahli dari Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan Brasil (CENIPA) telah mulai menganalisis dua kotak hitam yang ditemukan dari reruntuhan pesawat. Kepala pusat badan tersebut, Marcelo Moreno mengatakan kotak hitam itu berisi percakapan kabin dan data dalam penerbangan.

Angkatan Udara Brasil berencana untuk menerbitkan laporan awal dalam perkiraan 30 hari.

Menurut situs web Flight Radar 24, pesawat terbang selama sekitar satu jam pada ketinggian 17.000 kaki (5.180 meter), hingga pukul 1:21 siang (1621 GMT) ketika pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Angkatan udara melaporkan bahwa kontak radar hilang pada pukul 1:22 siang. Dikatakan bahwa awak pesawat “tidak pernah menyatakan keadaan darurat atau berada dalam kondisi cuaca buruk.”

Terlambat Bikin Calon Penumpang  Selamat

Insiden pesawat jatuh di Sao Paulo, Brasil menewaskan 61 orang. Beberapa warga selamat dari kejadian tragis tersebut karena datang terlambat.

Salah satunya warga Adriano Assis. Dia mengatakan saat datang terlambat di bandara di Cascavel, tak ada petugas yang menjawab pertanyaannya.

Dikutip detikNews dari BBC dan CNN, Sabtu (10/8/2024), seorang petugas mengatakan kepadanya bahwa ia belum bisa naik pesawat. Dia juga mengaku sempat berdebat dengan petugas.

“Saya bahkan berdebat dengannya, tetapi ia akhirnya menyelamatkan nyawa saya,” kata Assis kepada surat kabar lokal, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Brasil Globo.

Dilaporkan juga bahwa ada sekitar 10 orang yang selamat karena menunggu di gerbang yang salah. Perdebatan juga terjadi antara penumpang dan petugas.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

“Mereka berkata kepada saya, ‘Pak, Anda tidak boleh naik pesawat ini karena kita sudah melewati batas keberangkatan’. Saya bahkan sedikit menekan mereka. ‘Pak, naikkan saya ke pesawat ini, saya harus berangkat’, lalu dia berkata, ‘Tidak mungkin, yang bisa saya lakukan adalah memesan ulang tiket Anda’,” kata pria itu kepada Globo.

Ketika mereka menyadari bahwa mereka berada di gerbang yang salah, para penumpang memohon kepada karyawan bandara untuk naik ke pesawat. Namun petugas bandara menegaskan bahwa mereka tidak bisa naik.

Pesawat Jatuh di Permukiman Warga
Pesawat turboprop bermesin ganda itu terbang dari Cascavel di negara bagian selatan Parana menuju bandara Guarulhos di kota Sao Paulo. Pesawat kemudian dilaporkan jatuh di kota Vinhedo.

(Foto: AP/Felipe Magalhaes Filho)

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah pesawat turun secara vertikal, berputar-putar saat jatuh.

Pihak berwenang mengatakan pesawat mendarat di kawasan permukiman, tetapi tidak ada seorang pun di warga setempat yang terluka. Semua korban tewas adalah mereka yang berada di dalam pesawat.

Mereka mengatakan hanya satu rumah di kompleks kondominium setempat yang rusak, sementara tidak ada penghuni yang terluka.

Jaringan televisi GloboNews Brasil menunjukkan gambar area yang luas terbakar dan puing-puing yang berasap di area yang penuh dengan rumah. Polisi dan pemadam kebakaran berada di lokasi kejadian dan rumah sakit setempat telah disiagakan.

Black Box Pesawat Ditemukan
Pihak berwenang menemukan kotak hitam atau black box pesawat maskapai Voepass yang jatuh di Sao Paulo, Brasil. Sekretaris Keamanan dari Sao Paulo Guilherme Derrite mengatakan pihak terkait akan melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Black box tersebut menyimpan data penting yang akan membantu para penyelidik memahami penyebab pesawat jatuh.

Proses evakuasi masih dilakukan di lokasi. Derrite mengatakan tim medis berada di lokasi dan bekerja untuk mengidentifikasi para korban.

Dia mengatakan banyak jenazah korban yang terbakar parah. Hal ini membuat jenazah korban tidak dapat diidentifikasi secara visual.

Menurut Derrite, para pejabat sedang dalam proses menghubungi anggota keluarga penumpang. Pihak berwenang akan segera merilis nama-nama penumpang.

Presiden Brasil Umumkan 3 Hari Berkabung Nasional
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berduka atas jatuhnya pesawat Voepass di Vinhedo, negara bagian Sao Paulo. Lula mengumumkan masa berkabung selama 3 hari.

“Untuk mengenang 61 korban kecelakaan tragis di Vinhedo, kami telah menyatakan berkabung resmi selama 3 hari di negara ini,” kata Lula melalui akun X resminya, Sabtu (10/8/2024). [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 22:54

KEMENKUM Siapkan Paralegal Perkuat Keadilan Posbankum di Desa

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Senin, 27 April 2026 - 22:28

SERING MENGUTIL SUSU, Pria Ini Tertangkap lagi di Minimarket Banjarmasin

Senin, 27 April 2026 - 17:02

DUA MANTAN PEJABAT di Disdik Ditahan Penyidik Kejari Banjarmasin Kasus Sewa Komputer

Minggu, 26 April 2026 - 23:01

SOPIR ANGKOT Dibakar Rekan di Tanah Abang

Minggu, 26 April 2026 - 22:43

RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

Berita Terbaru

Madinah pada musim haji 2026. (Foto: Kemenhaj Kalsel)

Kalsel

1.079 JCH Embarkasi Banjarmasin Tiba di Madinah

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca