Pemko Pesan 52 Mesin Pencacah Plastik Bikinan SMKN 5 Banjarmasin

- Penulis

Jumat, 15 Februari 2019 - 22:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Dukungan dari masyarakat kepada Pemko Banjarmasin untuk mengurangi sampah plastik kian bertambah banyak. Bahkan, dukungan tersebut tidak hanya terbatas pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi juga dalam bentuk fisik.

Seperti yang dilakukan putra dan putri terbaik Kota Banjarmasin yang bersekolah di SMK N 5 Banjarmasin. Mereka membuat sebuah inovasi jenius berupa mesin pencacah plastik dan mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM.

Makanya, dalam launching produknya itu, Walikota Banjarmasin menyatakan sangat mengapresiasinya. Dan orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini pun langsung memesan mesin pencacah plastik sebanyak 52 unit, untuk ditempatkan di 52 kelurahan se Kota Banjarmasin.

“Di tengah gencar-gencar nya kita perang terhadap sampah khususnya sampah plastik, ternyata siswa-siswa SMK Negeri 5 Banjarmasin bisa membuat mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM, makanya saya hadir di sini untuk berkolaborasi dengan siswa SMK Negeri 5 Banjarmasin. Untuk sama-sama kita menyatakan perang terhadap plastik, mengurangi sampah plastik,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya, Jumat (14/02).

Bicara tentang pengurangan kantong plastik di Indonesia, kata H Ibnu Sina lagi, kota pertama di Indonesia yang berani menerapkan pelarang penggunaan kantong plastik bagi ritel dan toko modern adalah Kota Banjarmasin.

Memang, lanjutnya, tidak mudah menerapkan aturan tersebut. Awalnya, banyak yang memprotes bahkan memberikan somasi terhadap kebijakan Pemko Banjarmasin tersebut.

Namun sejalan waktu, akhirnya masyarakat kota ini terbiasa dengan peraturan yang dikukuhkan dalam Perwali Nomor 18 tahun 2016. Dan saat ini, katanya lagi, beberapa kota di Indonesia mulai mengikuti jejak Kota Banjarmasin dalam penerapan aturan tersebut.

Baca Juga :   TIM MILBoard UI Juara Dunia di Unesco Youth Hackathon 2024

Setidaknya ada 5 kota di Indonesia yang mulai menerapkan aturan tersebut yakni, Balikpapan, Bogor, Denpasar, Samarinda dan Kota Banjarbaru.

Sebagai tindak lanjut dari Perwali Nomor 18 tahun 2016 yang telah diterapkan itu, beber mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini lagi, di tahun 2019 ini tepatnya memperingati tiga tahun kepemimpinan Ibnu-Herman, Pemko Banjarmasin mengeluarkan kebijakan lanjutan pengurangan kantong plastik dengan memberlakukan penggunaan bakul purun di pasar tradisional.

“Kita menawarkan sesuatu yang menjadi solusi bagi lingkungan. Kita tidak hanya melarang, tetapi juga memberikan solusi pengganti kantong plastik yaitu kearifan lokal Banjarmasin yang bernama Bakul Purun yang sudah dinyatakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai pengganti resmi kantong plastik,” jelasnya.

Penggunaan bakul purun ini, selain ramah lingkungan juga bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di kota berjuluk seribu sungai ini yakni dengan membuat kerajinan bakul purun.

“Mungkin anak-anak SMK Negeri 5 Banjarmasin juga bisa diberdayakan untuk bisa punya keterampilan membuat kerajinan bakul purun ini, tetapi yang lebih fashionable sehingga orang tidak malu lagi membawa bakul purun masuk ke minimarket, mall dan sebagainya,” pungkasnya.

Dari informasi terhimpun, inovasi yang telah dibuat siswa dan siswi SMK 5 Banjarmasin itu ada beberapa macam, selain mesin pencacah plastik dan mesin pengolah sampah plastik jadi BBM, mereka juga membuat briket dari ampas kayu, dan kompor briket.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UMPAN Pemancing Disambar Buaya
AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara
KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel
BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga
DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu
MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global
PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:24

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:49

AMUK API Hanguskan Tiga Toko di Sungai Andai Banjarmasin Utara

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:36

SEORANG MONTIR MOTOR Tergeletak Tak Bernyawa di Bengkel

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:33

BAKTI KESEHATAN POLRI, Berkaitan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Kalsel Layani 7.414 Warga

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:17

DISOROT Anggota Komisi XIII DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Target Pemberian Amnesty Maupun Abolisi 40 Hingga 100 Ribu

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25

MIGRAN CENTER ULM Satu-satunya di Kalimantan, Menteri P2MI : Berorientasi tak Hanya Lokal Tetapi Menjadi Talenta Global

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:37

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Senin, 22 Juni 2026 - 21:45

PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini

Berita Terbaru

Umpan pemancing di Kumai disambar buaya. (Foto: Istimewa)

Kalteng

UMPAN Pemancing Disambar Buaya

Rabu, 24 Jun 2026 - 00:24

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). (Foto: An tara/Farhan Arda N)

Lifestyle

KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca