PEMBERLAKUAN Kembali PPKM di Banjarmasin Menunggu Instruksi Mendagri

PEMBERLAKUAN Kembali PPKM di Banjarmasin Menunggu Instruksi Mendagri

SuarIndonesia -Pemberlakukan kembali PPKM di Banjarmasin menunggu instruksi Mendagri.

Ini menyusul beredarnya informasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasarkan level untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali berakhir pada hari ini.

Semua ditanggapi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin Dr M Ramadhan, Senin (9/5/2022).

Menurut Ramadhan pihaknya tidak menerima informasi tersebut, bahkan masih menunggu dari Mendagri.

“Kita menunggu apa yang dikeluarkan oleh Mendagri, bahkan pihaknya hingga saat ini masih mengawasi setiap perkembangan covid-19 di Banjarmasin,’

Ramadhan juga mengatakan setiap 2 minggu sekali pihaknya menerima instruksi dari Mendagri terkait tingkatan level PPKM yang disesuaikan dengan dikeluarkan laporan tentang perkembangan dan sejumlah kasus covid di Kota Banjarmasin

“Saat ini Banjarmasin masih di level 3, mengenai pelaksanaannya masih sama seperti yang dulu standarisasinya,” katanya

Ramadhan menambahkan, bila ada keputusan dari Mendagri status akhir masa PPKM atau penetapan level PPKM wilayah Banjarmasin, maka akan di sosialisasikan kembali di Banjarmasin

“Di level berapa kita berada akan disampaikan pada masyarakat, sesuai dengan ketentuan level tersebut,”ujarnya.

Diketahui, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang PPKM untuk luar Jawa-Bali selama 2 pekan mendatang.

“PPKM di luar Jawa akan diperpanjang selama dua minggu ke depan,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang disaksikan secara daring, Senin (9/5/2022).

Menko Airlangga menjelaskan PPKM level 1 diterapkan di 88 kabupaten/kota, level 2 di 276 kabupaten/kota, dan level 3 di 22 kabupaten/kota.

Kendati penerapan PPKM berlanjut, indeks reproduksi efektif di luar Jawa-Bali sudah di bawah satu persen yakni 0,997.

Secara rinci, Papua, Kalimantan dan Nusa Tenggara masing-masing 0,99. Kemudian Sulawesi 0,98, Maluku 0,97 dan Sumatera 1.

“Artinya di luar Jawa-Bali kasus seluruhnya landai dan yang tertinggi di Lampung, namun konversi rumah sakit maupun isolasi relatif seluruhnya rendah,” ucap Menko Airlangga. (HM)

 69 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!