PBB: Peluang RI Kirim Pasukan Perdamaian ke Jalur Gaza

- Penulis

Rabu, 10 Juli 2024 - 22:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi --  Pasukan Perdamaian Indonesia Konga XXXIX-A/Congo dan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-K UNIFIL. [Dok. @Puspen_TNI]

Foto Ilustrasi -- Pasukan Perdamaian Indonesia Konga XXXIX-A/Congo dan Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-K UNIFIL. [Dok. @Puspen_TNI]

SuarIndonesia — Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membeberkan kemungkinan peluang Indonesia jika ingin mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza Palestina menyusul agresi brutal Israel yang menginjak bulan ke-10.

Wakil sekretaris jenderal untuk urusan operasi perdamaian PBB (Under-Secretary-General for Peace Operations) Jean Pierre Francois Renaud Lacroix mengatakan pengiriman pasukan perdamaian tak bisa sembarangan.

Saat berkunjung ke CNNIndonesia, Lacroix mengungkapkan ada setidaknya tiga syarat yang harus dilewati sebelum PBB dan negara mitra mengirimkan pasukan perdamaian ke suatu negara.

“Syarat pertama harus ada kesepakatan dengan semua pihak (berkonflik). Dan menurut saya perjanjian itu setidaknya akan mencakup atau melibatkan gencatan senjata,” kata Lacroix sebagaimana dilansir CNNIndonesia, Rabu (10/7/2024).

Dia lalu berujar, “Dan prioritas sekarang adalah gencatan senjata.”

Komentar Lacroix menjawab pertanyaan CNNIndonesia soal apakah ada dorongan dari PBB terkait kesediaan Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

Selain persetujuan dan gencatan senjata, Lacroix menuturkan pengerahan pasukan perdamaian PBB juga harus melalui lampu hijau Dewan Keamanan PBB.

“Kedua harus diputuskan Dewan Keamanan PBB. Saya bukan orang yang memutuskan pengiriman pasukan perdamaian, sekretaris jenderal juga bukan yang memutuskan mengirimkan pasukan,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Lacroix menerangkan bahwa pasukan perdamaian juga harus diterima oleh masyarakat negara terkait dan dipandang sebagai agen perdamaian.

Label agen perdamaian itu lah, kata dia, yang membuat pasukan perdamaian berupaya keras membangun kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

“Sehingga mereka bisa memahami bahwa operasi pemeliharaan perdamaian adalah untuk memajukan perdamaian dan stabilitas,” ujar Lacroix.

Pada Juni lalu, Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto sempat mengatakan siap mengirim pasukan untuk menjaga dan memantau prospek gencatan senjata, jika diminta PBB.

Indonesia masuk enam negara terbesar yang mengerahkan pasukan perdamaian ke PBB. Sebanyak lebih dari 20 ribu pasukan penjaga perdamaian Indonesia berkontribusi pada 13 misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia sejak 2014 lalu.

Beberapa pekan setelahnya, Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga menyatakan hal serupa saat berbicara via telepon dengan Prabowo.

“Menyinggung situasi kemanusiaan di Palestina, saya ingin menginformasikan kesediaan Malaysia untuk bekerja sama, termasuk dalam aspek penempatan pasukan penjaga perdamaian bersama Indonesia jika diamanatkan oleh PBB,” ujar Anwar di Instagram.

Kesediaan Indonesia dan Malaysia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza muncul saat agresi Israel kian brutal di Palestina.

Israel menggempur habis-habisan Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Imbas agresi mereka, lebih dari 38.000 orang di Palestina meninggal dan ratusan fasilitas sipil termasuk rumah sakit hancur. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN BEBASKAN BIAYA Melintas di Selat Hormuz selama 60 Hari
PIALA DUNIA 2026: Kanada Bantai Qatar 6-0
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026 Usai Matchday 1
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Usai Match ke-20
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini
PIALA DUNIA 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Imbang tanpa Gol
B-52 AS Jatuh dan Meledak, Delapan Awak Tewas
ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca