ORANG UTAN Makan Sampah, Penyusutan Habitat Picu Perilaku Satwa

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sam (20), orang utan yang tertangkap tengah makan sampah. (Foto: Istimewa)

Sam (20), orang utan yang tertangkap tengah makan sampah. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Viral video orang utan bernama Sam makan di tempat pembuangan sampah di Jalan Poros Bengalon-Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Kemunculan orang utan mencari makan rupanya bukan pertama kali terjadi di wilayah itu.

Founder dan Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristanto mengatakan, kebiasaan buang sampah makanan sembarangan dapat memicu perubahan perilaku orang utan. Satwa liar tersebut mampu mengenali bau serta sumber pakan dari aktivitas manusia.

“Ketika orang membuang sampah makanan, orang hutan tertarik turun ke situ. Saat makanan di tempat sampah habis, kecenderungan dia pergi ke rumah warga lebih tinggi, bahkan bisa turun ke jalan dan menghentikan kendaraan seperti kasus sebelumnya,” kata Paulinus, Jumat (30/01/2026).

Ia menerangkan peristiwa Sam, orang utan makan sampah tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan kebersihan lingkungan. Fenomena tersebut dinilai berkaitan langsung dengan penyusutan habitat di sekitar lokasi temuan.

Paulinus menyebut kawasan sekitar koridor jalan kini diapit aktivitas pembukaan lahan dan tambang. Sehingga menyisakan kantong hutan yang semakin sempit dan terfragmentasi.

“Ini bukan cuma soal orang utan makan di sampah. Ini tentang hilangnya habitat yang mengubah perilaku orang utan. Mereka berusaha bertahan hidup dengan memakan apa pun yang bisa ditemukan,” kata Paulinus mengutip detikKalimantan, Jumat (30/1/2026).

Secara tidak langsung, ia menggambarkan bentang hutan di koridor Simpang Perdau hingga arah Wahau sudah tidak lagi ideal sebagai ruang jelajah orang utan. Satwa yang masih bertahan disebut berada dalam kondisi terpaksa karena sumber pakan dan wilayah hidup yang terus menyusut.

“Ketika land clearing sudah sampai ke jalan, praktis tidak ada lagi habitat tersisa. Waktu hutan tinggal sedikit saja mereka sudah makan sampah, apalagi kalau benar-benar habis,” katanya.

Baca Juga :   MASYARAKAT Adat Suku Balik Uji Materiil UU IKN ke MK

Paulinus memandang kondisi ini sebagai peringatan dini bahwa tekanan terhadap habitat berdampak langsung pada perubahan perilaku satwa liar dan meningkatkan potensi konflik dengan manusia.

Senada, Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto menyebut lokasi penemuan orang utan yang makan di tempat sampah memang sudah tidak layak. Karena berdekatan dengan jalan, kebun sawit, dan tambang.

Menurutnya, ada banyak faktor orang utan di Simpang Perdau turun ke jalan. Faktor terbesar adalah seringnya diberi makan hingga di lokasi tak ada pakan lagi.

“Kemudian faktor kalau dia sudah tua, dewasa, dan dia sudah tidak bisa naik ke atas pohon lagi dan mainnya sekarang di tanah saja, jadi kita tidak bisa memastikan kenapa dia begitu, banyak faktor yang memengaruhi,” tutur Ari.

Selain itu di Kaltim memang terkenal dengan orang utan jenis Morio atau Pongo pygmaeus morio. Salah satu orang utan yang mampu survive dalam kondisi apapun.

“Jadi Morio ini adalah salah satu orang utan terpintar dari beberapa orang utan yang ada di Indonesia, meskipun dia tidak terlalu besar, tapi kecenderungan mereka bisa survive, jadi karena itu juga (faktor) jadi karena mereka sudah dikasih makan, merasakan makanan manusia jadi mereka mencari makanan manusia,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen
23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal
15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR
KEJAGUNG Kawal Tiga Proyek Jalan IKN
3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun
KUALITAS Udara Samarinda Memburuk Masuk Kategori ‘Sangat tidak Sehat’
KN SAR Wisanggeni 2 Hari Ikut Pencarian Belum Temukan Korban Kapal Virgo Transport 8
DIPANTAU Keberadaan Orang Utan di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:35

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 September 2026 - 15:44

LANAL Banjarmasin Kegiatan “Trauma Healing” pada Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Minggu, 27 September 2026 - 15:33

PEDULI LINGKUNGAN, Sungai Pemurus jadi Sasaran Aksi Bersih

Minggu, 27 September 2026 - 00:19

KARHUTLA di Kalteng 12 Perkara Libatkan Korporasi, 38 Jadi Tersangka

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07

KABUT ASAP di Kalteng, Evakuasi Korban KM Virgo Terpaksa Jalur Darat

Sabtu, 26 September 2026 - 21:26

ATASI Karhutla, DPRD Kalsel Gaungkan Semangat Pancasila

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20

PULUHAN PENYELAM Menghadapi Kondisi Ekstrem Menemukan -Mengevakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Sabtu, 26 September 2026 - 18:13

KEMBALI TERIDENFITIKASI Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8, Pencarian Masih Berlangsung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Balangan, Fakhriyanto

Balangan

DANA 760 Miliar Pemkab Balangan Belum Cair

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:35

Anggota Polda Kalsel melakukan metode suntik gambut dalam penanggulangan karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: Antara)

Kab. Banjar

6,7 HA Karhutla Gambut Dipadamkan Lewat Metode Suntik

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:58

Yanuar Diansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. (Foto: HO-Dinkes Banjarmasin)

Kalsel

WASPADA! ISPA Banjarmasin Alami Peningkatan

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca