MENKEU: Pemerintah Berencana Beri Insentif Dukung Industri Padat Karya

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di sela konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara/Arnidhya N Zhafira)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di sela konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara/Arnidhya N Zhafira)

SuarIndonesia — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah berencana untuk memberikan insentif bagi industri padat karya termasuk tekstil.

“Nanti kami juga akan bertemu dengan industri tekstil, sepatu, dan lain-lain, di mana mereka memerlukan dana lebih murah untuk peremajaan mesin-mesinnya,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, ia memastikan pihaknya juga akan melibatkan para pemangku kepentingan terkait, termasuk di dalamnya adalah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Bendahara Negara itu menilai, langkah ini merupakan upaya aktif pemerintah untuk menggerakkan sektor swasta yang juga salah satu penggerak roda perekonomian nasional.

“Jadi kita akan hidupkan betul-betul sektor swasta juga. Jadi, ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga. Pak Presiden (Prabowo Subianto) sudah instruksikan seperti itu,” ujar Purbaya dilansir dari Antara.

Menkeu mengatakan, pemerintah berupaya untuk memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi nasional termasuk industri padat karya dan manufaktur berjalan dengan baik guna mengakselerasi target ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada tahun 2029.

“Semangat kita sekarang, kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan. Di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur juga kita dorong,” kata Purbaya.

Baca Juga :   MILAD KE-22, Bank Kalsel Syariah Berikan Voucher Belanja bagi Nasabah Tabungan Haji

Sebelumnya pada Selasa (5/5) pagi, Menkeu Purbaya bersama Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membahas upaya untuk meningkatkan ekspor produk manufaktur Indonesia.

Agus mengatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 75-80 persen ekspor nasional berasal dari produk manufaktur. Namun, sebagian besar produksi sektor industri manufaktur Indonesia masih diserap pasar dalam negeri.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dibandingkan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memiliki orientasi ekspor manufaktur lebih besar.

Untuk itu, Menperin menyatakan ingin meningkatkan porsi ekspor manufaktur tanpa mengurangi perlindungan terhadap pasar domestik.

“Kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa mengubah sedikit rasio antara output manufaktur yang 80 persen domestik, 20 persen ekspor tanpa mengurangi porsi domestiknya,” kata Menperin. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi
EKSPOR Benih Lobster Disetop Selamanya
TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN
TARGET EKONOMI Tinggi Tapi Anggaran Minim, DPRD Kalsel Ingatkan Bappeda dan BPKAD
TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah
DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen
IWAPI Dorong Bank Kalsel Beri Kredit 0 Persen untuk UMKM Perempuan
BANK KALSEL Siapkan Aksel University, Fokus Perbankan Syariah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca