MENTAN AMRAN: Swasembada Pangan dan Ekspor Beras Kado HUT Ke-81 RI

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: HO-Kementan RI)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026). (Foto: HO-Kementan RI)

SuarIndonesia — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan swasembada pangan dan adanya kesepakatan ekspor beras ke Malaysia menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,” kata Mentan saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Kementerian Pertanian (Kementan) mempersembahkan sejumlah capaian sektor pertanian sebagai kado untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, salah satu capaian terbesar adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Amran mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran Kementan, TNI-Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani hingga berbagai kementerian dan lembaga terkait.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Dengan demikian terdapat surplus sekitar 3,67 juta ton.

Berdasarkan data Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), Indonesia diperkirakan menjadi produsen beras terbesar di ASEAN dengan produksi mencapai 38,6 juta ton dan menempati peringkat ke-4 dunia untuk 2026/2027.

Mentan juga menambahkan saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola di gudang Perum Bulog hingga pertengahan Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton.

Capaian tersebut dinilai semakin lengkap dengan keberhasilan Indonesia kembali menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal mencapai 1.000 ton dan peluang pasar yang dapat berkembang hingga 200 ribu ton bahkan 1 juta ton.

“Ini adalah persembahan dari Bapak-Ibu semua. Bukan kerja saya, ini kerja kita semua,” kata Amran, melansir dari Antara.

Selain swasembada dan ekspor beras, Mentan menyebut peningkatan kesejahteraan petani menjadi capaian penting sektor pertanian. Ia mengatakan kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir yaitu 127,84 pada bulan Juli 2026.

“Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,” tutur Amran.

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari peningkatan ekspor yang mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Mentan menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang menurutnya menjadi salah satu langkah penting pemerintah dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga :   OIKN: 67 Investor Swasta Sudah Berinvestasi Rp74,54 Triliun

“Tidak pernah terjadi selama Republik Indonesia merdeka. Di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, ini luar biasa, sektor pertanian mengalami kebangkitan,” katanya.

Ia menegaskan, berbagai capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan merupakan bagian dari gagasan besar Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan secara bersama-sama.

“Kita mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, kepala desa, camat, bupati, gubernur dan seluruh menteri terkait. Ini adalah gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Meski mencatat sejumlah keberhasilan, Mentan mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai swasembada pada seluruh komoditas strategis.

Dari 11 komoditas yang menjadi sasaran, kata dia, masih terdapat tiga komoditas yang perlu terus dikejar, yakni kedelai, daging dan susu.

“Kita akan mendorong, mengejar. Dari 11 komoditas, masih ada tiga yang harus kita kejar, yaitu daging sapi, susu dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi dan kompak, pasti ini bisa kita capai,” katanya.

Ia optimistis target tersebut dapat diwujudkan dalam tiga hingga lima tahun ke depan melalui penguatan produksi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Di sisi tata kelola pemerintahan, Kementan juga mencatat capaian dengan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

“Dua hari yang lalu kita mendapatkan opini WTP dari BPK,” ujar Mentan Amran.

Amran menilai berbagai capaian tersebut semakin penting di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik, ancaman krisis pangan dan perubahan harga komoditas dunia menjadi tantangan yang harus diantisipasi Indonesia.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mampu menjaga ketersediaan pangan nasional dan bahkan mulai mengekspor beras ke negara lain.

“Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain,” katanya menambahkan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN
TARGET EKONOMI Tinggi Tapi Anggaran Minim, DPRD Kalsel Ingatkan Bappeda dan BPKAD
TAMPIL di Podcast OBLIGASI Bank Kalsel, Wali Kota Yamin Ajak Warga Pilah Sampah
DISEBUT Untuk Referensi Bank Kalsel, Komisi II DPRD Kalsel Pelajari Kredit UMKM Bank BPD DIY, Bunga 3 Persen
IWAPI Dorong Bank Kalsel Beri Kredit 0 Persen untuk UMKM Perempuan
BANK KALSEL Siapkan Aksel University, Fokus Perbankan Syariah
SEMARAK Harjad ke-500, Bank Kalsel Hadirkan Promo Agen Laku Pandai
BANK KALSEL Syariah Hadirkan Aneka Produk Simpanan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:19

POLRI Mutasi 199 Personel, Termasuk Kakorlantas dan 3 Kapolda Serta 7 Wakapolda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07

PEGADAIAN Championship 2026/2027: Barito Putera Tumbangkan Persiba 2-0

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:59

GUNUNG TITI Sasaran Kapolres HST “Long March” Peduli Lingkungan hingga Antisipasi Potensi Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:41

REALIZA ANTI CHAMAS dari Brasil Diujicobakan untuk Padamkan Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:38

MISTERI Seorang Nelayan Tewas Berdarah Tergeletak di Rumah Warga Terus Diselidiki Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:17

DUA TEMPAT TERBAKAR, Menara Fried Chicken dan Jegger

Minggu, 11 Oktober 2026 - 00:24

TERULANG KARHUTLA Melanda kawasan Golf Ujung Sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:54

MOTOGP Indonesia 2026 – Marc Marquez Menang Sprint Race

Berita Terbaru

BKSDA dan YIARI Kalbar melakukan translokasi terhadap delapan orang utan Kalimantan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

46 ORANG UTAN Diselamatkan Akibat Karhutla

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca