MATAHARI Buatan Korsel Tembus 100 Juta Derajat Celsius, Nyala 48 Detik!

- Penulis

Jumat, 19 April 2024 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Matahari buatan Korea Selatan telah mencetak rekor fusi baru setelah memanaskan lingkaran plasma hingga 100 juta derajat Celcius selama 48 detik. [Foto: AFP/ANTHONY WALLACE]

Matahari buatan Korea Selatan telah mencetak rekor fusi baru setelah memanaskan lingkaran plasma hingga 100 juta derajat Celcius selama 48 detik. [Foto: AFP/ANTHONY WALLACE]

SuarIndonesia — Para ilmuwan mengumumkan reaktor fusi nuklir eksperimental atau matahari buatan Korea Selatan telah mencetak rekor fusi baru setelah memanaskan lingkaran plasma hingga 100 juta derajat Celcius selama 48 detik.

Mengutip CNNIndonesia, reaktor Penelitian Lanjutan Tokamak Superkonduktor Korea (KSTAR) ini berhasil memecahkan rekor dunia sebelumnya yaitu 31 detik yang dipecahkan pada 2021 lalu. Rekor ini menjadi langkah yang mengesankan dalam perjalanan menuju sumber energi bersih.

“Walau ini merupakan percobaan pertama yang dijalankan di lingkungan pengalih tungsten baru, pengujian perangkat keras dan persiapan kampanye yang menyeluruh memungkinkan kami mencapai hasil yang melampaui rekor KSTAR sebelumnya dalam waktu singkat,” kata Si-Woo Yoon, direktur Penelitian KSTAR Pusat, dalam sebuah pernyataan resminya.

Dari rekor terbaru ini, ilmuwan KSTAR bertujuan untuk mendorong reaktor tersebut dalam mempertahankan suhu 100 juta C selama 300 detik pada tahun 2026.

Sebelumnya, para ilmuwan telah mencoba memanfaatkan kekuatan fusi nuklir (proses pembakaran bintang) selama lebih dari 70 tahun.

Ini dilakukan dengan menggabungkan atom hidrogen untuk menghasilkan helium di bawah tekanan dan suhu yang sangat tinggi, sehingga materi utamanya dapat berubah menjadi cahaya dan panas yang menghasilkan energi dalam jumlah besar tanpa menghasilkan gas rumah kaca.

Masalahnya, upaya mereplikasi kondisi di dalam materi utama tersebut tidak mudah.

Ilmuwan Soviet, Natan Yavlinsky, yang merancang tokamak (desain reaktor fusi yang paling umum) pertama pada 1958, belum berhasil menciptakan reaktor yang mampu mengeluarkan lebih banyak energi daripada yang dibutuhkan.

Alasan utamanya adalah karena kesulitan dalam menangani plasma yang cukup panas untuk melebur.

Reaktor fusi memerlukan suhu yang sangat tinggi bahkan lebih dari suhu matahari, karena harus beroperasi pada tekanan yang jauh lebih rendah daripada tekanan yang terjadi secara alami.

Proses memasak plasma pada suhu tersebut adalah bagian yang mudah, namun menemukan cara untuk menahannya agar tidak terbakar melalui reaktor tanpa merusak reaktor fusi sangat rumit. Hal ini biasanya hanya bisa dilakukan dengan laser atau medan magnet.

Oleh karena itu, untuk memperpanjang waktu pembakaran plasma dari pemecahan rekor sebelumnya, para ilmuwan mengubah aspek desain reaktor mereka, termasuk mengganti karbon dengan tungsten untuk meningkatkan efisiensi tokamak.

Belum bisa komersial
Sebelum matahari Korsel, terobosan fusi nuklir lainnya sudah diumumkan lebih dulu.

Pada 2022, melansir CNN, para ilmuwan di Lawrence National Ignition Facility di Livermore National Laboratory, AS, membuat sejarah dengan menyelesaikan reaksi fusi nuklir yang menghasilkan lebih banyak energi daripada yang digunakan untuk menggerakkan eksperimen.

Pada Februari ini, para ilmuwan di dekat kota Oxford, Inggris, mengumumkan telah memecahkan rekor dalam menghasilkan lebih banyak energi daripada sebelumnya dalam reaksi fusi.

Mereka menghasilkan 69 megajoule energi fusi selama lima detik, kira-kira cukup untuk memberi daya pada 12.000 rumah dalam jangka waktu yang sama.

Namun, ahli menyebut komersialisasi fusi nuklir masih jauh dari harapan karena para ilmuwan berupaya memecahkan kesulitan-kesulitan ilmiah dan teknis.

Fusi nuklir “belum siap dan oleh karena itu tidak dapat membantu kita mengatasi krisis iklim saat ini,” kata Aneeqa Khan, peneliti fusi nuklir di Universitas Manchester di Inggris.

Meski demikian, tambahnya, jika kemajuan terus berlanjut, fusi “berpotensi menjadi bagian dari bauran energi ramah lingkungan di paruh kedua abad ini.” [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KASUS PORNO AI di Banjarmasim, Ada Pejabat Publik jadi Korban
SAMPAH LOW VALUE, Plastik Ciki Cikian jadi Bahan Bakar Pabrik Semen di Kalsel
NASIB KRITIKAN Babeh Aldo Berujung Ditahan Penyidik Polda Kalsel
POLICE EXPO 2026 Digelar Polda Kalsel Momentum Semakin Mendekatkan dengan Masyarakat
KOLABORASI Polri – Media Investasi Sosial Sangat Penting, Begini Penekanan Kapolda Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
JEJAKI REPLIKASI Inovasi Kemitraan Media Dilakukan Sekretariat DPRD Balangan
AKSI UDARA Spektakuler Aerosport Modeling Indonesia dI HSU

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:15

DIUNGKAP PAKET GANJA Hampir Setengah Kilogram, Seorang Pria Diamankan Polresta Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 16:06

PENGIRIMAN Rokok Ilegal dari Surabaya, 3,4 Juta Batang Diamankan

Kamis, 17 September 2026 - 16:00

ARISAN ONLINE Berujung Petaka di Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 00:31

OPERASI SAR, Tiga Tim Khusus Dikerahkan Pencarian di Bawah Permukaan Air

Rabu, 16 September 2026 - 21:58

KCP BANK KALSEL Hadir di Halong, Layanan Perbankan Makin Mudah

Rabu, 16 September 2026 - 21:47

TP-PKK Balangan Raih Lima Juara di Jambore PKK Kalsel 2026

Rabu, 16 September 2026 - 21:36

DPRD KALSEL, Paripurna Tanggapan Eksekutif soal RAPBD 2027

Rabu, 16 September 2026 - 21:31

EVALUASI TOTAL Keselamatan Pelayaran, Begini Penegasan Ketua DPRD Kalsel

Berita Terbaru

Pengungkapan kasus disampaikan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin, Kamis (17/9/2026), di Ruangan Mathilda Banjarmasin (SuarInonesia/YI)

Hukum

ARISAN ONLINE Berujung Petaka di Banjarmasin

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:00

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca