MASKER Scuba dan Buff Tak Direkomendasikan IDI, Cuma 5 Persen Efektif Cegah Covid-19

- Penulis

Kamis, 17 September 2020 - 21:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Masker jenis scuba dan buff marak dijual di pasaran. Bahkan tak jarang maker jenis ini dibagi-bagi pemerintah secara gratis ke masyarakat.

Namun baru-baru ini masker scuba dan buff ramai diperbincangkan, khususnya di media sosial. Pasalnya, kedua jenis penutup mulut dan hidung ini dinilai kurang efektif menangkal CoVID-19.

Hal ini pun diakui Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalimantan Selatan, dr Mohammad Rudiansyah. Bahkan jauh sebelum masker scuba dan buff ramai diperbincangkan, Rudi sudah menjelaskannya melalui akun medsos pribadinya.

Dalam video yang berdurasi 18 menit 16 detik di kanal YouTube Dr Rudi Rafisa yang diunggah sejak 5 bulan lalu, Ketua IDI Kalsel itu menjelaskan berbagai jenis masker berdasarkan fungsi dan tujuannya.

Pertama masker N95, yang hanya direkomendasikan untuk tenaga kesehatan. Menurut Rudi, masker jenis ini sangat rapat sekali. Bahkan sulit ditembus oleh kuman dan virus.

“Ini sebaiknya tidak digunakan oleh masyarakat luas, kecuali memang keluarga terdekatnya terinfeksi. Dan ini penggunaannya juga cukup susah. Karena tertutup, sehingga bernafas pun cukup sulit,” ucapnya.

Kemudian ada masker bedah. Dikatakannya punya tiga lapisan, yaitu lapisan luar, tengah dan dalam. Untuk lapisan luar, berfungsi untuk menahan tembusnya cairan, baik darah ataupun air.

Lapisan tengah, untuk menyaring mikroorganisme agar tidak tembus pori-pori. Sementara lapisan dalam berguna untuk menyerap keringat atau cairan lainnya.

Baca Juga :   KPK Kantongi 152 Bukti Tetapkan Tersangka Sahbirin Noor

“Ini juga dipakai oleh tenaga kesehatan. Berfungsi untuk tidak menularkan dan tertular,” ujarnya.

Lalu Rudi memperlihatkan masker jenis spon. Ia menerangkan masker jenis ini hanya mampu menahan virus dengan jarak yang agak jauh.

Dan terakhir ialah masker kain biasa, yang sering digunakan oleh kebanyakan orang. Namun Rudi merekomendasikan, masker kain harus punya lapisan minimal dua sampai tiga lapis.

“Diharapkan di dalamnya kalau bisa ada semacam tisu. Mungkin tidak seratus persen mengurangi penularan. Tapi dari beberapa penelitian dapat mengurangi paling tidak sampai 70 persen,” tuturnya.

Sekadar diketahui, masker jenis scuba atau buff itu mulai ramai diperbincangkan semenjak akun media sosial instagram PT KCI, melakukan sosialisasi menghindari penggunaan kedua masker itu.

Dalam penjelasannya, masker scuba atau buff hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

Unggahan itu juga memaparkan efektivitas masing-masing jenis masker. Untuk N95 efektifitasnya mencapai 95-100 persen, masker bedah dan FFP1 80-95 persen, masker bahan 3 lapis 50-70% dan Scuba atau Buff hanya 0 sampai 5 persen. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya
YUSRIL: Pemecatan Anggota TNI Pesan Tegas tak Ada Toleransi Kekerasan
KASUS ANDRIE YUNUS: Empat Anggota TNI Divonis 1,5–3 Tahun Penjara
OTT LANJUTAN Muara Enim: KPK Tangkap Lima ASN BPK
HARGA Pertamax dan Pertamax Green Naik
DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:38

KALTENG Prioritas Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:29

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:21

PERAMPOK EMAS Diringkus saat Sembunyi di Penginapan

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:13

MN TEWAS DITUSUK 4 Kali Usai Pesta Miras, Pelaku AD Sempat Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:05

DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terbaru

Wanita ODGJ di Palangka Raya yang mengamuk (duduk). (Foto: Dok Polsek Pahandut)

Kalteng

WANITA ODGJ Ngamuk, Ancam Keselamatan Suaminya

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:29

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca