SuarIndonesia – Petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap pengendara yang hendak masuk ke Banjarmasin, Selasa (12/05/2020).
Bahkan petugas gabungan melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap pengendara yang hendak masuk ke Banjarmasin.
Jika sebelumnya tampak lengang, kondisi serupa tak terjadi saat Banjarmasin saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari keempat.
Penumpukan kendaraan tak terhindarkan. Terutama di sejumlah ruas jalan yang terdapat posko pemeriksaan PSBB.
Dari pantauan di posko penjagaan Kilometer 6 dan posko penjagaan Kertak Hanyar, petugas secara berkala melakukan pencegatan.
Pemeriksaan mencakup kartu identitas warga yang melintas atau ingin masuk ke Kota Banjarmasin.
Namun, pemeriksaan berkala terhadap kendaraan yang melintas itu pun menyebabkan kemacetan panjang di dua kawasan tersebut.
Seperti halnya yang tampak di posko jaga Km 6 Banjarmasin. Antrean kendaraan terjadi hingga 3 kilometer jauhnya.
Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo menganggap kemacetan merupakan salah satu konsekuensi pengetatan penjagaan.
“Ya biar aja dulu macet, nanti hari selanjutnya Insya Allah sudah tidak macet lagi,” ujarnya.
Pihaknya, kata dia, pada PSBB jilid dua ini akan memberlakukan buka-tutup arus.
“Ini kita lakukan di semua pintu masuk Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Bagi warga yang tidak berkepentingan, akan langsung disuruh pulang oleh petugas. Tidak ada lagi toleransi.
“Kemarin sudah kita sosialiasikan, hari sudah tidak ada lagi perusahaan swasta yang buka. Jadi sudah tidak ada lagi alasan untuk bekerja, akan langsung kita suruh pulang,” tegasnya.
Dikatakannya pula bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi setiap harinya agar PSBB jilid 2 ini, agar bisa lebih efektif dari sebelumnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















