LIBATKAN Generasi Muda dalam Program Jelajah Rimba

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 23:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran program Jelajah Rimba dan Budaya Kalimantan Barat (JERY) serta pencanangan Gerakan Wisata Bersih (GWB), yang secara resmi diluncurkan di kawasan Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Rabu (11/6/2025). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

Peluncuran program Jelajah Rimba dan Budaya Kalimantan Barat (JERY) serta pencanangan Gerakan Wisata Bersih (GWB), yang secara resmi diluncurkan di kawasan Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Rabu (11/6/2025). (Foto: ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Pemprov Kalbar mendorong penguatan gerakan wisata bersih dan ekowisata berkelanjutan melalui pelibatan generasi muda dalam program Jelajah Rimba dan Budaya Kalimantan Barat (JERY) serta pencanangan Gerakan Wisata Bersih (GWB), yang secara resmi diluncurkan di kawasan Tugu Khatulistiwa, Pontianak.

“Kegiatan hari ini adalah awal dari gerakan kolektif menuju ekowisata berkelanjutan, budaya hidup bersih, dan penguatan peran generasi muda. Melalui aksi nyata seperti penanaman pohon, pembersihan kawasan wisata, dan susur Sungai Kapuas, kita kirim pesan bahwa Kalbar peduli pada lingkungan, warisan budaya, dan masa depan,” kata Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus di Pontianak, Rabu (11/6/2025).

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap destinasi wisata daerah, sembari menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sejumlah objek wisata.

“Kita belum sepenuhnya mencintai potensi wisata kita sendiri. Contohnya, di Pasir Panjang, sampah masih berserakan. Ini mencerminkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih kurang. Mari kita rawat bersama objek wisata dengan semangat kebersihan dan tanggung jawab,” tuturnya.

Menurut Krisantus, pelaksanaan program JERY dan GWB sejalan dengan arah pembangunan Kalbar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang mengusung tiga pilar utama: Inklusif, Hijau, dan Berdaya Saing.

“Program ini inklusif karena melibatkan semua kalangan, hijau karena menekankan konservasi dan kebersihan, serta berdaya saing karena ekowisata dan budaya adalah kekuatan ekonomi Kalbar ke depan,” katanya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi gizi kepada generasi muda, sebagai bagian dari investasi sosial menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya menyambut baik kolaborasi pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, pelaku UMKM wisata, hingga masyarakat umum. Ini menjadi cerminan bahwa kemajuan Kalbar lahir dari gotong royong dan semangat pemuda yang peduli dan siap membawa perubahan,” kata Krisantus.

Baca Juga :   AKSI Nyata untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari peluncuran program Energi Muda Kalbar dan GWB yang telah digelar sehari sebelumnya di Kabupaten Mempawah.

“Melalui program JERY dan GWB, kami mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dan nilai-nilai lokal,” tutur Windy dilansir dari AntaraNewsKalbar.

Menurutnya, dipilihnya kawasan Tugu Khatulistiwa sebagai lokasi peluncuran karena kawasan ini merupakan ikon Pontianak yang memiliki potensi ekologis, edukatif, dan wisata yang luar biasa.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam peluncuran itu seperti penanaman pohon, aksi bersih kawasan wisata, edukasi gizi untuk Gen Z, serta Adventure Sungai Kapuas sebuah ekspedisi untuk mengenalkan potensi wisata sungai sebagai bagian dari kekayaan ekowisata Kalbar.

“Program ini merupakan wujud implementasi RPJMD dalam bentuk aksi nyata. Melalui sinergi lintas sektor dan pelibatan pemuda, kita ingin memperkuat Kalbar sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik, tapi juga berkelanjutan dan membanggakan,” kata Windy.

Dia berharap program itu menjadi gerakan berkelanjutan yang terus tumbuh di hati masyarakat.

“Melalui semangat kolaborasi dan cinta lingkungan, kita harapkan program ini mampu mempercepat terwujudnya ekonomi inklusif dan berbasis kearifan lokal, sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kalbar 2025–2030,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
PUTUSAN UNIK, Hakim PN Mempawah Hukum Terdakwa Berlebaran ke Rumah Korban

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:56

AKSI RATUSAN BEM se-Kalsel, Ketua DPRD Janji Kawal Isu Publik dan Jadwalkan RDP

Rabu, 22 April 2026 - 23:55

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 April 2026 - 23:48

PASUTRI Asal NTB Bobol Harta Warga di Banjar, Korban Rugi Rp 3,5 miliar

Rabu, 22 April 2026 - 23:38

KTP HILANG Didenda!, Legislator Usul Terapkan Satu Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 23:26

JUNI 2026, Pemerintah Targetkan Mulai Bangun Lima Lokasi PSEL

Rabu, 22 April 2026 - 22:01

PULUHAN MOTOR Balap Liar di Lambung Mangkurat Ditindak Sat Lantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 22 April 2026 - 21:55

DIMINTA HIBAH Aset Korem yang Termasuk Ruas Jalan Golf Banjarbaru

Rabu, 22 April 2026 - 21:45

KOMISI I DPRD Balangan Bahas LKPJ 2025 Bersama SKPD, Soroti Kinerja dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sofia Kamila (13) jemaah haji termuda asal Kalsel. (detikKalimantan/Khairun Nisa)

Kalsel

SOFIA KAMILA, Jemaah Haji Termuda dari Kalsel

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:55

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca