SuarIndonesia – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menggrebek dua Pasar di Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Yaitu Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Batuah.
Maksud grebek di sini Menteri Hanif mengecek langsung kondisi kebersihan pasar dari sampah. Selain itu Hanif dan rombongan lainnya melakukan aksi pungut sampah.
Dalam kesempatan itu Hanif melakukan survei sekaligus aksi nyata memungut sampah.
Turut hadir pada momen apel dan curvey pungut sampah bersama Menteri LH dan jajaran kementerian LH di Pasar Martapura Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyie dan jajaran SKPD lingkup Kabupaten Banjar serta forkompinda Banjar.
Termasuk juga dari Pemprov Kalsel Rahmat Prapto Udoyo, sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan pengawasan Dinas LH Kalsel juga turut turun langsung ikut pungut sampah.
Hanif menyoroti persoalan tata kelola sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak daerah, termasuk Kabupaten Banjar.
Saat ini, daerah tersebut memproduksi sekitar 365 ton sampah per hari, namun tidak seluruhnya dapat ditangani secara optimal.
Data menunjukkan, sekitar 265 ton sampah telah dikelola melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kencana dengan sistem control landfill.
“Namun, sekitar 27 persen sampah masih memerlukan penanganan lebih serius, yang menjadi indikator bahwa sistem pengelolaan belum sepenuhnya efektif dan berkelanjutan,” papar Menteri Hanif.
Kendati demikian, Menteri Hanif mengapresiasi langkah cepat Pemkab Banjar yang telah menghentikan praktik open dumping sejak awal 2025.
Penutupan metode pembuangan terbuka tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam perbaikan tata kelola sampah menuju sistem yang lebih ramah lingkungan.
“Penghentian open dumping bukanlah garis akhir. Tantangan berikutnya justru lebih kompleks, yakni mengurangi secara signifikan volume sampah organik yang masuk ke TPA,” tegasnya.
Hanif juga menaruh harapan besar terhadap Kabupaten Banjar sebagai daerah percontohan nasional, mengingat kedekatannya secara emosional dengan daerah tersebut.
“Ini kampung halaman saya. Saya berharap Kabupaten Banjar bisa menjadi contoh kota bersih secara nasional, bahkan meraih Adipura pada 2026,” tegasnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















