SuarIndonesia – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Supian HK, menerima aksi unjuk rasa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dan warga Sidomulyo di halaman Kantor DPRD Kalsel, Rabu (22/4/2026).
Sekitar 300 mahasiswa menuntut perbaikan penegakan hukum, pelestarian lingkungan, dan evaluasi kebijakan publik.
Di saat bersamaan, warga Sidomulyo, Guntung Payung, turut menyampaikan aspirasi terkait sengketa tanah dengan pihak TNI yang hingga kini belum menemui titik terang.
Aksi sempat diwarnai ketegangan dan aksi dorong antara mahasiswa dengan aparat keamanan saat massa mencoba merangsek masuk ke Gedung DPRD.
Namun, situasi mereda setelah pimpinan dewan membuka ruang dialog langsung.
”Semuanya kami ayomi, semuanya kami rangkul, pihak TNI-Polri, begitu juga pihak masyarakat,” ujar Supian HK di hadapan massa aksi.
Sebagai solusi konkret, Supian HK menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 5 Mei 2026.
Pertemuan tersebut akan mengundang pihak Badan Pertanahan, pihak bersengketa, serta kuasa hukum untuk menguji substansi perkara secara transparan.
Supian menegaskan bahwa DPRD Kalsel berfungsi sebagai fasilitator dan pengawas untuk memastikan proses hukum berjalan adil bagi semua pihak tanpa ada yang dirugikan.(HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















