KUR KHUSUS Jauhkan PMI dari Jebakan Pinjol

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam Akad Massal KUR di Surabaya, Selasa (21/10/2025). (ANTARAFOTO/Moch Asim)

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam Akad Massal KUR di Surabaya, Selasa (21/10/2025). (ANTARAFOTO/Moch Asim)

SuarIndonesia — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia merupakan upaya pemerintah menjauhkan para pekerja migran dari jebakan pinjaman online (pinjol) maupun pinjaman ilegal lainnya.

“Program KUR Penempatan Pekerja Migran bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi pekerja migran maupun calon pekerja migran agar tidak terjerat pinjaman online, pinjaman ilegal, atau pinjaman lain yang memberatkan,” katanya dalam Akad Massal KUR di Surabaya, Selasa (21/10/2025).

KUR Penempatan PMI merupakan pembiayaan yang khusus diberikan kepada Calon PMI dan/atau Calon Pekerja Magang Luar negeri untuk memenuhi kebutuhan biaya penempatan ke negara tujuan penempatan.

Mukhtarudin mengatakan saat ini banyak oknum yang menawari warga menjadi pekerja migran dengan mudah termasuk melalui pinjaman-pinjaman ilegal.

Melalui KUR Penempatan PMI maka pekerja migran mendapat pembiayaan yang terpercaya untuk pemberdayaan dan modal usaha.

Ia menyebutkan dari total KUR secara keseluruhan yang memiliki anggaran Rp300 triliun, KUR untuk pekerja migran sebesar Rp210 miliar.

Baca Juga :   KJRI GUANGZHOU China Selamatkan Reni Korban Kasus 'Pengantin Pesanan'

Hingga kini, kata dia, dari total anggaran KUR pekerja migran sebesar Rp210 miliar baru terserap Rp60,08 miliar yang telah diterima oleh 2.011 pekerja migran Indonesia.

“Kami bisa merealisasikan sebanyak 2.011 pekerja migran dan yang sudah tersalurkan baru Rp60 miliar tapi ini kami usahakan mencapai target sampai 2026,” tutur Mukhtarudin dilansir dari AntaraNews.

Mukhtarudin memastikan penyerapan KUR akan maksimal karena program KUR ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam rangka pemberdayaan terhadap pekerja migran Indonesia.

Terlebih, program KUR sejalan dengan Kementerian P2MI sedang melakukan sistem tata kelola pekerja migran Indonesia yang terintegrasi dari hulu, tengah, dan hilir.

“Kehadiran KUR ini adalah di hulu dan hilir termasuk soal pemberdayaan. Kita itu ada penempatan, ada perlindungan, dan ada pemberdayaan,” kata Mukhtarudin. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN BEBASKAN BIAYA Melintas di Selat Hormuz selama 60 Hari
PIALA DUNIA 2026: Kanada Bantai Qatar 6-0
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026 Usai Matchday 1
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Usai Match ke-20
PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini
PIALA DUNIA 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Imbang tanpa Gol
B-52 AS Jatuh dan Meledak, Delapan Awak Tewas
ANGELIA HUTABARAT, Sukarelawan Indonesia di Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca