KOTIM Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

Karhutla di Sampit. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Karhutla yang masih meluas dan kepungan asap yang belum mereda membuat Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat hingga 30 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil karena penanganan karhutla di sejumlah wilayah masih membutuhkan upaya intensif.

Selain banyaknya lokasi pemadaman, kemunculan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi juga menjadi perhatian serius tim gabungan. Koordinator Lapangan Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan masa tanggap darurat yang sebelumnya berakhir pada 15 Oktober diperpanjang mulai 16 hingga 30 Oktober 2026.

“Untuk tanggap darurat, yang jelas sudah diperpanjang mulai besok. Rencana kami sebenarnya sampai 31 Oktober, tetapi karena di tingkat provinsi sampai 30 Oktober, akhirnya disamakan sampai tanggal tersebut,” kata Rihel, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut tidak terlepas dari kondisi lapangan yang masih memerlukan penanganan serius. Asap masih menyelimuti sejumlah kawasan, sementara titik kebakaran terus ditemukan di berbagai lokasi.

Rihel menjelaskan titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi menjadi salah satu indikator yang mendapat perhatian khusus. Titik panas kategori high confidence dinilai memiliki indikasi lebih kuat terhadap keberadaan kebakaran sehingga perlu segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan.

“Pertimbangannya jelas. Kondisi asap, kemudian jumlah lokasi pemadaman yang begitu banyak, serta jumlah hotspot. Terutama hotspot yang tingkat kepercayaannya tinggi, karena biasanya memang menunjukkan adanya kebakaran,” ujar Rihel dilansir dari detikKalimantan.

Sebaran kebakaran yang ditemukan di kawasan pinggiran hingga wilayah dengan akses sulit dijangkau turut menjadi tantangan bagi petugas. Personel dan peralatan pemadaman harus dibagi untuk menangani sejumlah titik yang membutuhkan penanganan secara bersamaan.

Baca Juga :   GUBERNUR AGUSTIAR Ultimatum RS Jika Persulit Warga Berobat saat Karhutla

“Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat, upaya penanggulangan karhutla diharapkan dapat terus dilakukan secara intensif sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” katanya.

Namun, masa tanggap darurat tersebut belum tentu menjadi perpanjangan terakhir. Satgas masih akan mengevaluasi perkembangan kebakaran, kondisi asap, serta jumlah lokasi yang membutuhkan penanganan.

Rihel menyebut kemungkinan perpanjangan kembali tetap terbuka apabila situasi belum menunjukkan perbaikan. Keputusan selanjutnya akan mempertimbangkan kondisi terkini sekaligus kemampuan keuangan daerah.

“Nanti kita lihat lagi perkembangan berikutnya. Kalau kondisinya masih seperti ini dan lokasi kebakaran masih banyak, otomatis akan dipertimbangkan kembali,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng
PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!
IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim
KUMAI Diguyur Hujan
PETUGAS KARHUTLA KOBAR, Tinggalkan Keluarga ke Medan Berbahaya
KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting
TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan
TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca