SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menemukan tiga sarang orang utan di perkebunan karet dan rotan milik warga Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Temuan tersebut mengindikasikan adanya aktivitas satwa dilindungi itu di kawasan perkebunan warga.
Penemuan itu merupakan hasil penelusuran petugas BKSDA Resort Sampit setelah menerima laporan kemunculan orang utan dari seorang warga bernama Sandy, Senin (12/10/2026). Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan petugas melakukan observasi untuk memastikan keberadaan orang utan yang dilaporkan terlihat di kawasan tersebut.
“Namun, saat petugas menyisir kebun, orang utan yang dilaporkan muncul tidak ditemukan,” ujar Muriansyah, Selasa (13/10/2026).
Observasi berlangsung selama hampir empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.50 WIB. Petugas berangkat dari Sampit menggunakan sepeda motor trail, kemudian melanjutkan penelusuran dengan berjalan kaki bersama tiga warga.
“Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan satu sarang di tanah dan dua sarang kelas C. Selain itu, ditemukan bekas batang kayu yang kulitnya telah dikupas dan dimakan orang utan,” kata Muriansyah.
Berdasarkan temuan sarang dan keterangan warga setempat, diperkirakan terdapat tiga individu orang utan di kawasan tersebut. Meski demikian, perkiraan itu belum dapat dipastikan karena petugas tidak melihat langsung keberadaan satwa tersebut selama observasi.
“Perkebunan yang disisir memiliki luas sekitar 10 hektare dengan vegetasi didominasi pohon karet, rotan, dan semak belukar. Lokasi tersebut dapat dijangkau melalui jalur darat maupun sungai, meski kondisi sungai saat observasi masih surut,” katanya.
BKSDA kemudian memberikan arahan kepada warga agar segera melapor apabila kembali melihat orang utan di sekitar perkebunan. Masyarakat juga diminta membantu memantau kemunculan satwa tersebut untuk mendukung upaya penanganan lebih lanjut.
Warga menyatakan bersedia membantu pemantauan. BKSDA Resort Sampit akan menindaklanjuti laporan apabila orang utan kembali terlihat di kawasan perkebunan Desa Kandan.
“Keberadaan sarang dan jejak aktivitas tersebut menjadi petunjuk bagi petugas untuk memantau pergerakan orang utan, sekaligus mendorong masyarakat turut menjaga satwa dilindungi itu ketika muncul di sekitar perkebunan,” pungkasnya.

Orang Utan Keluar ke Jalan Raya demi Cari Makan
Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, seekor orang utan terlihat keluar hingga ke tepi Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Selasa (13/10/2026). Orang utan tersebut diduga untuk mencari makanan setelah habitatnya terbakar.
Pemandangan tersebut menjadi perhatian warga. Orang utan yang biasanya hidup di pepohonan hutan itu terlihat mondar-mandir di tepi jalan. Seorang warga sekitar bernama Sano menceritakan bahwa salah satu warga yang iba sempat berhenti di lokasi dan meletakkan buah-buahan untuk orang utan tersebut.
“Tadi ada ibu-ibu sempat berhenti dan memberikan buah-buahan, ditaruh begitu saja. Orang utan lalu menghindar dan tidak lama kemudian orang utan tersebut balik dan membawa buah-buahan,” kata Sano, Selasa (13/10/2026).
Orang utan diduga masuk ke permukiman warga karena kurangnya ketersediaan pakan di habitat asli mereka. Meski warga bermaksud membantu, kemunculan satwa liar di tepi jalan juga mengandung risiko, baik bagi orang utan maupun pengguna jalan yang melintas.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan orangutan yang diduga terdampak karhutla. Handi mengatakan, jika diperlukan, petugas akan melakukan penyelamatan atau rescue sesuai kondisi di lapangan.
“Terkait keberadaan OU di Jalan Lintas Kotawaringin, kami mengharapkan masyarakat yang melihat OU yang terdampak karhutla agar segera melapor ke BKSDA untuk segera kami lakukan rescue,” ujar Handi, Selasa (13/10/2026). (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















