SuarIndonesia — Dalam beberapa hari terakhir, luas karhutla di Kalimantan kembali menunjukkan peningkatan. Kualitas udara ikut memburuk di tengah ancaman karhutla yang kian meningkat. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat menjadi yang tertinggi se-Indonesia pada Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) yang diperbarui Selasa pukul 13.17 WIB, stasiun pemantauan Palangka Raya Jekan Raya mencatat indeks sebesar 4.055 dengan parameter pencemar utama PM2.5. Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya, yakni ISPU 300 ke atas.
Kabupaten Katingan berada di urutan berikutnya dengan ISPU 868, disusul Kabupaten Gunung Mas sebesar 766, dan Kabupaten Barito Selatan Sanggu sebesar 652. Data menunjukkan pencemaran udara berat terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, meski angka setiap lokasi bersifat fluktuatif.
ISPU Palangka Raya Tertinggi dalam Daftar Kemen LH
Berikut sejumlah lokasi dengan ISPU tertinggi dalam daftar pemantauan Kemen LH pada Selasa (13/10/2026) pukul 13.17 WIB.
- Palangka Raya Jekan Raya: 4.055
- Kabupaten Katingan: 868
- Kabupaten Gunung Mas: 766
- Kabupaten Barito Selatan Sanggu: 652
- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir: 523
- Palembang Bukit Kecil: 492
- Kabupaten Kotawaringin Timur: 462 (PM10)
- Kabupaten Muaro Jambi: 371
- Jambi Paal Lima: 351
- Kabupaten Musi Rawas: 321
Kemen LH mengkategorikan ISPU ke dalam 5 kategori, yaitu angka 0-50 termasuk kategori baik, 50-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Palangka Raya berada di angka 4.055, artinya 13 kali lipat dari ambang batas kategori berbahaya yang ditetapkan.
Perbandingan IQAir di Sejumlah Kota Kalimantan
Sementara itu, data kualitas udara yang dikutip detikKalimantan dari IQAir menunjukkan hal yang serupa di mana kualitas udara Palangka Raya masuk ke dalam kategori berbahaya, paling parah di Indonesia. Kontaminan yang mengambang di udara terdeteksi berasal dari PM 2.5 yang diperkirakan mencapai 570,5 mikrogram per meter kubik. Berikut indeks kualitas udara di beberapa daerah di Kalimantan berdasarkan pantauan IQAir.
- Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 988
- Banjarmasin, Kalimantan Selatan: 378
- Pontianak, Kalimantan Barat: 252
- Sampit, Kalimantan Tengah: 244
- Balikpapan, Kalimantan Timur: 153
- Samarinda, Kalimantan Timur: 72
Hotspot Kalimantan Tengah Didominasi Kategori Medium
Selain kualitas udara, data hotspot dari NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 yang terpantau dari SiPongi Kemenhut menunjukkan adanya sebaran terbanyak di Kalimantan Tengah. Total ada 2.084 hotspot terdeteksi yang terdiri atas:
– High confidence: 179 titik
– Medium confidence: 1.742 titik
– Low confidence: 163 titik
Kabupaten Seruyan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot kategori medium atau sedang terbanyak, yaitu 470 titik. Kabupaten ini juga mencatat hotspot dengan kategori high confidence terbanyak, sebanyak 40 titik, diikuti Kabupaten Kapuas 38 titik, Kabupaten Kotawaringin Barat 34 titik, dan Kabupaten Barito Selatan 21 titik. Sementara kategori low confidence paling banyak tercatat di Kabupaten Kapuas dengan total 42 titik.
Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah dari Taman Nasional Tanjung Puting, membentang hingga Kecamatan Hanau dan Seruyan Hilir. Tingginya angka hotspot di Seruyan semakin menghawatirkan karena statusnya sebagai kawasan konservasi. Berdasarkan pantauan detikKalimantan pada 10 September 2026, kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting telah berdampak pada 3.105,47 hektare kawasan. Dari jumlah ini, sekitar 929,83 hektare berada di Resor Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.
Dengan tingginya angka ISPU di Palangka Raya dan banyaknya deteksi hotspot di sejumlah kabupaten Kalimantan Tengah ini, detikers yang tinggal di sekitar lokasi sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan sampai kebakaran mereda dan kualitas udara membaik. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















