Klub Diimbau Hentikan Naturalisasi Pesepakbola di Indonesia

- Penulis

Senin, 13 Mei 2019 - 19:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fabiano Beltrame tengah menjalani proses naturalisasi. (CNN Indonesia/Huyogo)

Suarindonesia – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengimbau klub-klub sepak bola di Indonesia untuk menyetop naturalisasi pemain asing, kecuali untuk kepentingan Timnas Indonesia.

Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan mengatakan bakal melakukan proses evaluasi terhadap proses naturalisasi yang sudah terjadi sebelumnya. Proses itu disebut bakal berlangsung empat sampai enam bulan.

“BOPI mengimbau untuk setop naturalisasi kepada klub-klub kecuali untuk kepentingan timnas dan itu jika dianggap diperlukan dan mendesak,” kata Sandi kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/5).

Imbauan untuk menyetop naturalisasi khusus pesepakbola itu disebut Sandi sebagai aplikasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomo3 Tahun 2019 soal Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang jadi pedoman pelaksanaan. Selain Kemenpora, BOPI juga mendorong DPR untuk ikut menghentikan proses naturalisasi yang berkaitan dengan sepak bola.

“BOPI akan buat surat ke Menpora mengusulkan proses evaluasi atas naturalisasi yang selama ini sudah berjalan apakah menguntungkan atau merugikan atau malah tidak ada dampak dalam pertumbuhan industri sepak bola Indonesia,” imbuhnya.

Saat ini sedikitnya ada tujuh pesepakbola Liga 1 2019 yang proses naturalisasinya masih tertahan. Ketujuh pesepakbola itu yakni Silvio Escobar (Paraguay), Fabiano Rosa Beltrame (Brasil), Otavio Dutra (Brasil), Shohei Matsunaga (Jepang), Marc Klok (Belanda), Yoo Jae-hoon (Korea Selatan) dan Yu Hyun-koo (Korea Selatan).

Baca Juga :   ANAK harus Dilindungi dari Promosi Vape di Medsos

Menanggapi proses naturalisasi tujuh pemain asing itu, BOPI enggan memberikan tanggapan lebih lanjut. Sandi menyebut tidak mengetahui penyebab proses naturalisasi ketujuh pemain itu tertahan.

“Itu bukan domain kami [proses naturalisasi tujuh pemain tertahan]. Pastinya BOPI akan bersurat ke Menpora soal rencana menyetop dulu proses naturalisasi yang berkaitan dengan sepak bola. Masalah nanti surat dari BOPI digubris atau tidak digubris, urusan lain. Ini adalah komitmen kami untuk membantu percepatan industri sepak bola seperti yang tertuang di Inpres,” jelasnya. (CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB
OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan
TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla
2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen
PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01