KLH Siapkan Langkah Darurat Penyelamatan Pesut Mahakam

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). (Foto: IDN Times)

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris). (Foto: IDN Times)

SuarIndonesia — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menyusun langkah darurat guna menyelamatkan populasi Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) yang kini berada dalam fase sangat kritis, dengan jumlah individu yang terus menyusut drastis.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani, di Kutai Kartanegara, Minggu (8/2/2026), menegaskan pentingnya tindakan nyata untuk mencegah kepunahan satwa dilindungi ini.

Berdasarkan data pemantauan terbaru hingga awal Februari 2026, populasi mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam tersebut diperkirakan hanya tersisa 66 ekor di habitat alaminya.

“Pemerintah harus bergerak serius. Kondisi pesut kita sangat memprihatinkan karena populasinya kini hanya tinggal sekitar 66 ekor saja,” ujar Rasio usai melakukan peninjauan l lapangan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke kawasan konservasi pesut di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kunjungan strategis ini juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur, Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI).

Dalam kesempatan itu, KLH juga secara resmi menetapkan dua desa di Kutai Kartanegara sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam untuk memperkuat perlindungan berbasis masyarakat.

Baca Juga :   IKN Antisipasi Penumpukan Sampah dengan Sistem Berbasis Teknologi

Rasio menjelaskan bahwa penurunan populasi pesut dipicu oleh kerusakan habitat yang masif akibat tumpang tindihnya aktivitas manusia dan industri.

Beberapa ancaman utama yang diidentifikasi meliputi, alih fungsi lahan dan pembukaan lahan di area hulu, aktivitas pertambangan batu bara yang berdampak pada kualitas air dan padatnya lalu lintas transportasi sungai, terutama ponton batu bara yang diduga mengganggu navigasi dan habitat kritis pesut.

“Kita harus mengantisipasi berbagai ancaman ini secara komprehensif, baik yang bersumber dari kegiatan korporasi maupun aktivitas masyarakat di sepanjang aliran Sungai Mahakam,” kata Rasio, melansir dari AntaraNews.

KLH menekankan bahwa penyelamatan pesut memerlukan kolaborasi lintas sektor bersama KKP, pemerintah daerah, dan otoritas transportasi.

Tujuannya adalah memastikan aktivitas ekonomi di sungai tetap berjalan tanpa mengorbankan ekosistem pesut.

Pemerintah juga berjanji akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti merusak habitat satwa ini.

“Kami akan mengambil langkah hukum yang tegas, namun di sisi lain tetap mendorong kerja sama agar kegiatan ekonomi tidak mengganggu habitat kritis pesut,” jelas Rasio. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN Perkenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat
SUSTAIN: Kaltim Pusat Ekspor Batu Bara Indonesia
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
SEKOLAH TERINTEGRASI Presiden Prabowo Dibangun di Kabupaten Penajam
DAFTAR Tarif Jalan Tol di Kalimantan, Cek Sebelum Mudik Lebaran

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca