SAR GABUNGAN Temukan Nelayan Terseret Arus di Muara Badak

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan saat evakuasi korbang terseret arus di Muara Badak, Kukar, Kaltim, pada Jumat (1/5/2026). (Foto: SAR Balikpapan)

Tim SAR gabungan saat evakuasi korbang terseret arus di Muara Badak, Kukar, Kaltim, pada Jumat (1/5/2026). (Foto: SAR Balikpapan)

SuarIndonesia — Tim Search And Rescue (SAR) gabungan dari berbagai unsur dalam pencarian hari kedua, berhasil menemukan seorang nelayan yang terseret arus, dalam keadaan meninggal, setelah sebelumnya menjaring udang di Sungai Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sebelumnya dilaporkan ada seorang nelayan atas nama M Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak, dinyatakan hilang setelah terseret arus saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, pada Kamis pagi (30/4/2026).

“Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Balikpapan pada pukul 11.10 Wita kemarin, dari pihak keluarga menerangkan, kejadian bermula sekitar pukul 05.00 Wita, saat korban bersama rekannya pergi menjaring udang di area tambak miliknya,” kata Komandan Search and Rescue Unit (SRU) Kukar, Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim di Muara Badak, Jumat (1/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di perairan dan diduga tidak mampu mengendalikan diri akibat kuatnya arus sungai, sehingga korban pun terseret.

Setelah menerima laporan dari warga, dari hari pertama kemarin pun Tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian terhadap korban.

Pada hari kedua pencarian, Jumat ini, lanjutnya, tim memulai kegiatan dengan penjelasan singkat pukul 07.00 Wita, untuk menentukan strategi penyisiran, dilanjutkan dengan operasi pencarian.

Operasi SAR hari kedua dilakukan dengan menyisir area seluas sekitar 2 nautical mile persegi (NM²) di sekitar lokasi kejadian, dengan fokus pencarian mengarah ke hilir mengikuti arus sungai.

“Pagi tadi Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan pada jarak sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian ke arah hilir, pada koordinat 0°20’53.0″S dan 117°27’07.4″E,” ujar Nur Ngalim, dilansir dari AntaraKaltim.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan operasi SAR diusulkan ditutup, sementara seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing untuk bersiaga.

Baca Juga :   KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Tim gabungan yang meliputi Tim Rescue Basarnas Balikpapan, TNI AL Marang Kayu, BPBD Kutai Kartanegara (Kukar), Disdamkar Muara Badak, relawan dari Kukar dan Samarinda, keluarga korban, dan nelayan sekitar.

“Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala berupa gelombang yang besar dari muara serta potensi bahaya dari habitat hewan buas seperti buaya dan ular. Meski demikian, operasi berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.

Sedangkan berbagai peralatan yang digunakan antara lain rescue car, rubber boat Basarnas, perahu milik BPBD Kukar, speed boat TNI AL Marang Kayu, perahu Disdamkar Muara Badak, armada perahu milik warga dan nelayan setempat.

“Selain itu, tim juga menggunakan peralatan pendukung seperti perlengkapan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan perlengkapan medis guna menunjang kelancaran operasi,” kata Ngalim. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
OIKN: Sudah tidak Ada Tambang Ilegal di Hutan Konservasi IKN
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
BERPOLEMIK Pengelolaan Parkir Samsat Banjarbaru, Pemerintah Tetapkan Gratis Oknum Pengelola Tarik Iuran
“GROUNDBREAKING” Sumur Bor dan Bedah Rumah Dilaksanakan Polda Kalsel
TABRAKAN KAPAL: Lima Selamat dan Satu Hilang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca