KELUHAN Petani Kalsel Didengar Ombudsman RI

- Penulis

Sabtu, 5 November 2022 - 01:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika bersama Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Kementerian Pertanian, dan Pupuk Indonesia Holding Company melaksanakan kegiatan bertajuk “Ombudsman Mendengar” di Desa Tebing Rimba, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kunjungan Yeka Hendra Fatika, Anggota Ombudsman RI ke Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan tersebut, Ombudsman RI menjaring berbagai keluhan yang tengah dihadapi oleh perwakilan petani Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Barito Kuala.

Beberapa keluhan yang disampaikan petani, di antaranya mengenai keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi, pemenuhan kebutuhan pupuk SP36, melambungnya harga pestisida, penyediaan pupuk organik, infrastruktur pertanian yang rusak, hingga permasalahan pinjaman para petani yang mengalami gagal panen.

Acara tersebut, turut dihadiri oleh Yanti dari Kementerian Pertanian dan Eric Rachman, SVP Perencanaan & Manajemen PSO PT Pupuk Indonesia (Persero), sehingga diharapkan dapat langsung memberikan informasi dan tindak lanjut atas permasalahan yang disampaikan.

Salah satu permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh para petani adalah mengenai keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi serta tidak adanya subsidi pupuk SP36.

KELUHAN Petani Kalsel Didengar Ombudsman RI (1)

Terkait keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi, Yanti selaku perwakilan dari Kemeterian Pertanian menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengupayakan agar kejadian tersebut tidak sampai terjadi.

Namun walaupun pihak pemerintah pusat mengupayakan hal tersebut, kemungkinan keterlambatan bisa saja diakibatkan oleh keadaan pada level bawahnya, seperti distributor atau kios yang terlambat menyalurkan.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya agar hal tersebut tidak terjadi. Jika masyarakat masih menemui permasalahan dan keluhan terkait pendistribusian pupuk, dapat menghubungi nomor hotline pengaduan 0812 1533 5574.

Baca Juga :   PEJABAT PUPR HST Diduga Korupsi Proyek Jalan di Dua Desa

“Intinya negara kita ini memiliki keterbatasan saja pak, pada saat ada keterbatasan tentu ada pengurangan, baik komoditas ataupun jenis pupuknya. Nah seringkali yang menjadi permasalahan adalah pengurangan itu tidak sesuai dengan harapan para petani kita ini. Oleh karena itu, ke depannya kita akan mengupayakan apa yang dikeluhkan oleh petani,” jelas Yeka.

Keterbatasan pemerintah dalam melakukan subsidi pada pupuk SP36 juga banyak dikeluhkan oleh para petani. Penetapan pupuk bersubsidi berupa urea dan ponska sudah berdasarkan apa yang menjadi sumber kebutuhan para petani sebelumnya. Untuk itu diperlukan mekanisme perubahan setiap tahun, agar pemerintah bisa menetapkan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan masyarat.

Yeka mendorong para petani apabila terdapat permasalahan-permasalahan terkait pertanian dapat melapor ke Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan.

“Kalau ada permasalahan terkait pelayanan publik, seperti pupuk, gagal panen kemudian harga murah segala macam karena ada undang-undangnya, yakni undang-undang perlindungan petani. Undang-undang itu mengamanatkan bahwa perlindungan kepada petani itu sudah menjadi hak konstitusi, jadi kalau petani mengalami masalah, wajib untuk dilindungi,” jelas Yeka dalam acara tersebut, Kamis (3/11/2022).(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya
LAKA MAUT di A Yani Km 5 Banjarmasin Tewaskan Seorang Pria asal Palolo
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
PERKELAHIAN Sekelompok Remaja di Depan Hotel Jalan A. Yani Km 2,5 Banjarmasin
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca