SuarIndonesia – Kesuksesan besar diraih Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXIX yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 18 Oktober 2022.
Kalsel tidak hanya sukses dari segi pelaksanaan, tapi juga sukses dari segi prestasi. Dua tahun lalu ketika MTQ digelar di Sumatera Barat, Kalsel berada di urutan 21, pada MTQ tahun ini posisi Kalsel naik ke urutan 3.
Dari segi pelaksanaan, MTQ yang digelar di 12 venue lombah sangat berdampak secara sosial dan ekonomi, terutama terhadap 3 kabupaten kota.
Pada sisi perekonomian, gelaran Expo MTQ yang dilaksanakan di Tan CBS Martapura menghadilkan omzet mencapai Rp 3,7 miliar.
Pada gelaran MTQ kali ini para pelaku usaha terutama toko oleh-oleh mendapatkan berkah yang luar biasa.
Salah satu yang mendapatkan berkah MTQ adalah Toko Andalas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasar Lama Banjarmasin, yang menyediakan aneka produk oleh-oleh khas Kalsel diserbu para pembeli.
Mereka kebanyakan merupakan para tamu atau kafilah dari berbagai provinsi yang mengikuti MTQ Nasional XXIX 2022.
“Toko kami banyak dikunjungi para tamu.
Mereka kebanyakan membeli oleh-oleh khas Kalsel seperti kain sasirangan, cemilan seperti amplang, batu-batuan, baju kaos serta pernak-pernik khas Dayak dan Banjar,” ucap seorang penjaga Toko Andalas
Saban hari ada bus-bus besar dan mobil parkir di halaman toko khas oleh-oleh yang menjadi tujuan utama para pelancong dan tamu saat berkunjung ke Banjarmasin dan sekitarnya.
Bicara omzet penjualan di Toko Andalas ini, terbukti satu tamu bisa menghabiskan uang mencapai ratusan hingga jutaan rupiah. Bahkan, suasana sibuk melayani dan sesak penuh tamu terasa di toko oleh-oleh ini.
Ofisial Kafilah Banten, Abdul Karim mengakui sebelum pulang ke kampung halaman ke Tangerang Selatan, terlebih dulu membeli oleh-oleh khas Kalsel.
Ada 30 tamu dari Kafilah Banten yang diajak dalam bus pariwisata menuju ke Toko Andalas.
MTQ juga berimbas terhadap pariwisata Kalsel. Beberapa kafilah ada yang memilih wisata alam seperti Tahura Sultan Adam, dan ada juga yang memilih wisata religi seperti ke Makam Abah Guru Sekumpul.
“Sebelumnya, kami sudah menyempatkan ziarah ke makam Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani) di Martapura, menikmati soto Banjar dan kuliner khas Banjar lainnya,” kata Abdul Karim.
Ia mengakui warga Kalsel, khususnya Banjarmasin dan Banjarbaru sangat ramah terhadap para tamu yang datang.
Bahkan, saat menginap di Hotel Swissbell Borneo, Karim mengatakan sempat berburu kuliner khas Banjar.(adv/RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















