SELAMA KARHUTLA, Dinkes Kalsel Minta Seluruh Faskes Deteksi Dini Ispa

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinkes Kalsel memberikan pelayanan kesehatan bagi satuan tugas karhutla di posko kesehatan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (31/8/2026). (Foto: HO-Dinkes Kalsel)

Petugas Dinkes Kalsel memberikan pelayanan kesehatan bagi satuan tugas karhutla di posko kesehatan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (31/8/2026). (Foto: HO-Dinkes Kalsel)

SuarIndonesia — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) melakukan deteksi dini dan penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ispa) selama terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kalsel Diauddin di Banjarmasin, Senin (31/8/2026), mengatakan untuk memperkuat deteksi dini, pihaknya mengoptimalkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit yang dihimpun setiap minggu untuk memantau perkembangan kasus ispa di seluruh kabupaten/kota.

“Surveilans terus kita perkuat melalui laporan dari puskesmas dan rumah sakit. Data ini kita pantau setiap minggu untuk melihat bagaimana perkembangan kasus ispa di masing-masing daerah, sehingga apabila ada peningkatan kita dapat segera melakukan langkah respons,” ujar Diauddin, dilansir dari Antara.

Dia mengatakan data perkembangan kasus tersebut menjadi dasar Dinkes Kalsel bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah respons apabila terjadi peningkatan kasus ispa di suatu daerah.

Ia menekankan fasilitas harus memastikan pasien dengan keluhan ispa memperoleh pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi klinis serta segera dirujuk apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sehingga pasien mendapatkan pelayanan secara tepat.

“Fasilitas pelayanan kesehatan kita dorong untuk melakukan deteksi dan penanganan secara dini. Pasien yang datang dengan keluhan ispa harus mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi klinisnya. Apabila memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tentu dilakukan rujukan,” katanya.

Selain memperkuat pelayanan kesehatan, Dinkes Kalsel mengedukasi masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara tetap baik.

Dinkes Kalsel mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan agar menggunakan masker, terutama ketika berada di tempat ramai atau berinteraksi dengan orang lain, sebagai langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko penularan selama kondisi udara terdampak karhutla.

“Tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan tangan, memperhatikan sirkulasi udara, dan menggunakan masker ketika sedang mengalami gejala gangguan pernapasan merupakan langkah sederhana yang penting dilakukan,” ucapnya.

Baca Juga :   TURNAMEN Tenis Meja DPRD Kalsel Dijuarai Fadil/H. Gani Juara

Dia mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala ispa, seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan maupun sesak napas.

Apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, warga segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jangan mengabaikan gejala yang muncul. Kalau keluhan semakin berat atau tidak membaik, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Hindari melakukan pengobatan sendiri secara berlebihan karena penanganan harus disesuaikan dengan kondisi pasien,” ujarnya.

Dinkes Kalsel bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota terus memantau perkembangan kasus ispa dari minggu ke minggu melalui pemutakhiran data untuk memastikan kondisi epidemiologis di lapangan diketahui secara cepat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.

Diauddin menegaskan pengendalian ispa selama karhutla membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat melalui penguatan surveilans, deteksi dini, penerapan langkah pencegahan, serta pemeriksaan secara cepat untuk menekan risiko komplikasi maupun penyebaran penyakit.

Berdasarkan data sementara gabungan laporan puskesmas dan rumah sakit pada Minggu Epidemiologi (ME) ke-34, tercatat 3.990 kasus ispa di Kalimantan Selatan.

Dari jumlah tersebut, 3.506 kasus berasal dari puskesmas dan 484 kasus dilaporkan oleh rumah sakit.

Berdasarkan sebaran sementara di kabupaten/kota, kasus tertinggi di Banjarmasin 988 kasus, disusul Banjarbaru 670 kasus, Hulu Sungai Tengah 405 kasus, Banjar 391 kasus, dan Barito Kuala 287 kasus, Hulu Sungai Selatan 244 kasus, Tanah Laut 218 kasus, Kotabaru 210 kasus, Tabalong 181 kasus, Tanah Bumbu 135 kasus, Tapin 102 kasus, Balangan 81 kasus, dan Hulu Sungai Utara 78 kasus. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAFARI “JUMAT KELILING” Serentak di Banjarbaru dan Banjar
WUJUDKAN Polisi Bersama Masyarakat di Pasar Galuh Cempaka Banjarbaru
MENCEKAM Ketika Warga Mendengar Teriakan Kebakaran Hanguskan Belasan Rumah
“GREEN POLICING” di Masjid At Taqwa Banjarmasin Timur
GANDENG WARGA Sasar Jalan Meratus Banjarmasin Tengah
IMPLEMENTASI Program “Green Policing”, Personel KPL Banjarmasin Giat di Area Parkir PT MTI
EMPAT JENAZAH Kembali Teridentifikasi hingga 15 Oktober 2026 Total Sebanyak 81
BONGKAR BUKTI Dampak ke Masyarakat soal Gugatan Pemadamaan Listrik dan Begini Pendapat Ahli Hukum Administrasi Negara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:51

KORUPSI DANA BNPB: KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp5,47 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43

KASUS DANA BNPB: KPK Ungkap Identitas dan Peran Lima Tersangka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:17

POLRI Siapkan Polisi Khusus Kehutanan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:56

PENANGANAN Karhutla Dipastikan Maksimal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:45

KAPOLDA KALSEL Paparkan Inovasi Strategis di Hadapan Astamaops Kapolri beserta Tim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:10

TEMUAN KARHUTLA KALBAR: Komnas HAM Panggil Kementerian Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:35

OTT BNPB: KPK Tahan Lima Tersangka

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: HO-Kemenhut RI)

Kalteng

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:56

Hujan saat mengguyur Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (16/10/2026). (Foto: detikKalimantan)

Kalteng

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:54

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca