Jemaah Umrah Mengeluhkan Perekaman Biometrik VFS Tasheel

Jemaah Umrah Mengeluhkan Perekaman Biometrik VFS Tasheel

Foto Ilustrasi

Suarindonesia – Perekaman biometrik Visa Fasilitation Service  (VFS) Tasheel  di Kantor Pos Teluk Tiram terus menjadi polemik.

Calon Jemaah umrah mengeluhkan perekaman tersebut karena justru menyulitkan mereka yang akan berangkat ke Tanah Suci Mekkah.

Terkait hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalsel, H Noor Fahmi mengaku tak punya daya.

Sebab kewenangan tersebut ada di tingkat pusat.

Ia mengaku hanya bisa memberikan usulan agar dihentikan sementara sampai benar-benar siap memberikan pelayanan ibadah umrah.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Noor Fahmi  menyarankan proses perekaman biometrik Visa Fasilitation Service (VFS) Tasheel  di Kantor Pos Teluk Tiram yang banyak dikeluhkan masyarakat, dihentikan sementara sampai benar-benar siap memberikan pelayanan kepada mereka yang akan melakukan ibadah umrah.

“Mudah-mudahan dibatalkan karena sangat menyulitkan masyarakat yang ingin bepergian umrah dan lokasinya tidak memungkinkan,’’ ujarnya di Banjarbaru, Kamis (3/1) usai memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke 72 Kementerian Agama Kalsel.

Pendaftaran perekaman sidik jari dan retina yang mulanya online ternyata kemudian dilakukan secara offline. Kondisi ini berakibat proses pelayanan berlangsung lama.

Sementara, tidak sedikit di antara  mereka berusia lanjut dan tidak tahan terlalu lama menunggu antrean.

Dikatakan, Kemenag juga menerima keluhan masyarakat yang merasa keberatan jika harus menunggu proses perekaman hingga larut malam itu.

Namun ujar Fahmi, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.“Kami hanya bisa menampung keluhan itu,’’ ujarnya lagi.

Fahmi mengaku, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama RI, terkait perekaman Biometrik bagi jemaah di Kalsel ini.

“Semoga pusat bisa mencarikan solusi. Keluhan ini buka hanya terjadi Kalsel. Tapi datang hampir dari seluruh Provinsi lain di Indonesia,’’ bebernya.(RW)

 270 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: