JELANG Ramadan 1446 H, BI Balikpapan Kendalikan Harga

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 19:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warung bahan pokok di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hampir semua bahan pokok di Kota Minyak itu berasal dari luar kota sehingga perlu usaha sungguh-sungguh untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga. (ANTARA/Novi Abdi)

Warung bahan pokok di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Hampir semua bahan pokok di Kota Minyak itu berasal dari luar kota sehingga perlu usaha sungguh-sungguh untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga. (ANTARA/Novi Abdi)

SuarIndonesia — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, berupaya mengendalikan harga menjelang bulan puasa Ramadan hingga Idulfitri 2025, dengan melakukan koordinasi bersama tiga wilayah.

“Kami lakukan upaya dapat kendalikan harga bahan pokok dan barang penting, mendekati Ramadan hingga Idulfitri 1446 Hijriah,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Kota Balikpapan Robi Ariadi di Balikpapan, Kamis (13/2/2025).

Koordinasi untuk mengendalikan harga barang dilakukan tersebut, lanjut dia, bersama Tim Pengendali Inflasi (TPID) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser.

“Koordinasi untuk pastikan bahan pokok dan barang penting mudah dibeli oleh warga, serta harga terjangkau. Artinya distribusi lancar, jumlahnya cukup, jadi harganya bisa terjangkau,” katanya.

Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, garam, gula, daging sapi dan ayam, serta ikan,telur, susu, bawang merah, bawang putih, cabai, dan kedelai.

“Barang penting, yakni material bangunan seperti semen, pasir, batu kerikil, besi beton, hingga suku cadang kendaraan,” jelas dia.

Kemudian bahan untuk membuat kue dan roti, serta bahan baku kue tradisional seperti santan dan gula merah, termasuk kategori barang penting.

Dari ketiga daerah tersebut, menurut dia, Kota Balikpapan menjadi yang paling rawan mengalami gejolak harga sebab pasokan kebutuhan pokoknya sebagian besar didatangkan dari luar. daerah.

Baca Juga :   KEMBANGKAN BISNIS, Bangun Banua Kejar Kenaikan PAD Kalsel

Salah satunya beras yang dijual di pasar dan toko di Kota Balikpapan, umumnya berasal dari Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, atau Jawa Timur. Cabai juga dipasok dari sentra pertanian di ketiga daerah itu, ditambah dari daerah sekitar.

“Kalau musim hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi, kapal pengangkut terlambat masuk Pelabuhan Kota Balikpapan, bisanya harga naik,” tutur Robi Ariadi dilansir dari AntaraNews.

Pemerintah berupaya memastikan, bahwa masyarakat dapat beribadah puasa dan berhari raya dengan tenang, timpal Ketua TPID juga Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap
DPRD KALSEL Finalisasi Revisi Perda PDRD, Tarif PKB dan Insentif
TEREALISASI 54 Persen Pendapatan dari PKB Hingga Agustus
KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan
RENCANA Pembatasan Pertalite Masih dalam Kajian
DITERBITKAN Pedoman Kredit Perempuan Bunga Flat 8 Persen

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:53

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:12

AKSI Tanggap Lingkungan Dipimpin Kapolsek Banjarmasin Selatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:49

UDARA Pontianak Berbahaya Warga Diminta Kurangi Kegiatan di Luar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:05

POLDA KALSEL Kerahkan 350 Personel Gabungan dan Siapkan Kolam Bioflok Portable

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:28

USAI TELPONAN Seorang Pemuda Gantung Diri di Halaman Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:37

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Berita Terbaru

Lumpur penuhi permukiman di Nepal usai banjir bandang. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)

Internasional

BANJIR NEPAL: Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:53

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. (detikcom/Gilang Faturahman)

Hukum

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:29

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca