KEMENHUT Kerahkan 1.000 Polhut Padamkan Karhutla Kalimantan

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengecek penanggulangan karhutla di Banjarbaru yang telah mendekati pemukiman warga, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara)

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengecek penanggulangan karhutla di Banjarbaru yang telah mendekati pemukiman warga, Minggu (23/8/2026). (Foto: Antara)

SuarIndonesia — Kementerian Kehutanan bersiap mengerahkan sebanyak 1.000 polisi hutan (polhut) untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Kalimantan.

“Besok atau lusa polhut dari berbagai daerah termasuk di pusat kami BKO-kan di Kalimantan,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).

Menhut menjelaskan pembagiannya akan disesuaikan kebutuhan dan kondisi di masing-masing provinsi.

Adapun tiga daerah prioritas yakni Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Raja menyatakan keberadaan polhut nantinya bakal menambah kekuatan personel penanggulangan karhutla dan bergabung dengan Satgas Darat.

“Nanti untuk tugas di lapangan bisa dikoordinir bersama Manggala Agni dan petugas gabungan lainnya,” jelasnya.

Raja mengakui lahan terbakar di Kalimantan tergolong medan cukup berat lantaran lahan gambut yang membutuhkan proses pendinginan panjang hingga ke bawah permukaan.

“Jadi meski api sudah tidak terlihat di permukaan, namun asap masih ada di bawah tanah dan setiap saat masih bisa menyala kembali jika terik matahari ataupun tiupan angin,” ungkapnya.

Menhut meninjau penanganan karhutla di sejumlah wilayah di Kalsel seperti Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Dia mengecek kondisi personel gabungan dan sarana pemadaman yang dioperasikan termasuk bantuan Satgas Udara lewat helikopter water boombing.

Fluktuasi titik panas perlu terus dipantau

Raja Juli Antoni mengingatkan fluktuasi titik panas (hotspot) perlu terus dipantau sehingga petugas dapat langsung menuju lokasi dengan kemungkinan kebakaran aktif terjadi.

“Aksi cepat melakukan pemadaman dan pembasahan bisa menekan api semakin membesar dan meluas akhirnya sulit dikendalikan,” kata dia di Banjarbaru.

Raja Juli mengatakan Kemenhut telah memiliki aplikasi atau website Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) yang dapat dimanfaatkan seluruh petugas gabungan memantau titik panas secara realtime.

Titik-titik panas yang digambarkan dalam peta berasal dari satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 dengan akurasi tinggi.

Dia mengungkapkan kondisi di Kalimantan Selatan, titik panas cepat sekali berubah naik dan turun setiap harinya.

Raja Juli menyebut berdasarkan data SiPongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi 11 titik pada Sabtu (22/8) pukul 22.00 Wita.

Namun, berdasarkan pemantauan Minggu pagi (23/8) pukul 06.00 Wita, jumlahnya kembali meningkat menjadi 44 titik tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras petugas gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri dibantu relawan barisan pemadam kebakaran dari masyarakat bisa terus menurunkan titik panas di Kalsel hingga karhutla bisa dikendalikan sepenuhnya,” ucap Menhut.

Baca Juga :   TERDAKWA Dugaan Korupsi Aplikasi "SDI", Duduk "di Kursi Pesakitan" Tipikor Banjarmasin

Minta tambah sumur bor

Selanjutnya, Menhut meminta penambahan sumur bor untuk mengatasi krisis air dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, terutama menghadapi puncak musim kemarau September nanti.

“Sumur bor ini menjadi sumber air utama saat sulitnya mendapatkan air untuk pemadaman,” kata dia di Banjarbaru.

Raja menyebut BPBD di daerah menjadi leading sektor dalam pemetaan potensi titik-titik sumber air untuk pembuatan sumur bor ini nantinya.

Dia mengakui saat ini sudah ada beberapa sumur bor yang dimanfaatkan petugas untuk pemadaman seperti di kawasan sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang lahannya rawan terbakar.

Namun seiring musim kering sehingga sumur bor yang ada dikhawatirkan juga sudah menipis airnya.

“Lantaran kondisi kekeringan luar biasa akhirnya sumur bor yang sudah ada ternyata juga kurang dalam,” jelasnya.

Pembasahan lahan gambut di Kalsel terus dilakukan

Sementara itu, dilansir dari Antara, Menhut memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terus dimaksimalkan melalui pembasahan lahan gambut yang masih berasap.

Pembasahan tersebut dilakukan Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kondisi lahan gambut masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat, jadi perlu terus pembasahan,” kata dia saat meninjau langsung penanganan karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar.

Menhut mengatakan lokasi peninjauan tersebut berada di area non-kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan lindung. Diperkirakan, luas area yang terbakar mencapai sekitar 36 hektare.

Menurut dia, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.

Meski tidak ada api di atas, tetapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu, dia menekankan upaya penanggulangan harus dilakukan secara tuntas agar api tidak muncul lagi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TEWAS TERLUKA, Pria Warga Kelayan B Ini Tergeletak di Depan Rumah Warga
DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang
TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer
OPERASI Salvage KM Virgo Transport 8, Tim Penyelam-Peralatan Tiba Sabtu ini
3 KORBAN KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, 10 Jenazah Masih dalam Proses
WAMENKO Pangan Matangkan Strategi Baru Tangani Karhutla
DIATUR Tarif Pemeriksaan Kesehatan Haji
DOKUMEN TANAH RSUD H. Boejasin Disita Penyidik, Pemkab Tala Didesak Segera Bersikap

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:08

DERBY BORNEO, Misi Bangkit Barito Putera v Persiba, Frans: ‘Haram’ Kalah di Kandang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:29

OPERASI Salvage KM Virgo Transport 8, Tim Penyelam-Peralatan Tiba Sabtu ini

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20

3 KORBAN KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi, 10 Jenazah Masih dalam Proses

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:21

DOKUMEN TANAH RSUD H. Boejasin Disita Penyidik, Pemkab Tala Didesak Segera Bersikap

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:48

STRATEGI BARU Tangani Karhutla di Kalsel, Begini Langkah Wamenko Pangan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:24

KASUS KORUPSI KPP Madya Banjarmasin: KPK Panggil Direktur Sungai Danau Jaya dan Binuang Mitra Bersama Prima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:41

TARGET 2026 Bedah 413 Rumah Tidak Layak Huni di Kalsel, Calon Penerima Cek Melalui DTSEN

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:36

SEMANGAT “Polisi Bersama Masyarakat” Dirlantas Polda Kalsel ke Kampung Tertib Lalu Lintas

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Headline

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Jumat, 9 Okt 2026 - 21:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca