SuarIndonesia– PT Bangun Banua memperluas lini usaha dengan membuka bengkel kendaraan dan menyiapkan bisnis penyediaan alat kesehatan (alkes) serta oksigen medis guna meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Langkah ekspansi tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (28/7/2026).
Menurut Afrizaldi, DPRD memberikan sejumlah masukan terkait penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta pengembangan usaha untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah tersebut.
Ia mengungkapkan, kontribusi PT Bangun Banua kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkat.
Dividen yang disetorkan naik dari sekitar Rp 5 miliar pada 2024 menjadi Rp 8,1 miliar pada 2025. Hingga Juni 2026, nilai dividen telah mencapai Rp 9,1 miliar.
“Artinya ada perkembangan yang positif. Dengan skema bisnis yang masih sama, kami tetap mampu meningkatkan pendapatan perusahaan,” kata Afrizaldi.
Untuk memperbesar kontribusi terhadap PAD, PT Bangun Banua akan memaksimalkan keterlibatan dalam berbagai kegiatan rutin pemerintah daerah yang dapat dikerjakan oleh perusahaan daerah. Salah satu langkah yang telah direalisasikan adalah pendirian bengkel kendaraan untuk melayani perawatan dan servis kendaraan dinas milik Pemprov Kalsel.
Bengkel tersebut dikelola anak perusahaan PT Bangun Banua, PT Nusantara Bangun Banua, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km 28, Banjarbaru.
Selain itu, perusahaan juga membidik sektor pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya rumah sakit, melalui penyediaan oksigen medis, alat kesehatan, dan berbagai kebutuhan penunjang lainnya.
“Kami juga mendapat masukan dari Komisi II agar masuk ke sektor tersebut. Saat ini kami sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah penyedia yang nantinya dapat mendukung kerja sama tersebut,” ujarnya.
Dari sisi keuangan, PT Bangun Banua mencatat capaian positif. Target laba bersih tahun 2026 sebesar Rp 15 miliar telah terlampaui.
Hingga Juni 2026, laba bersih perusahaan mencapai sekitar Rp 16 miliar dan diproyeksikan mendekati Rp 17 miliar hingga akhir tahun.
Afrizaldi optimistis pengembangan usaha baru tersebut akan semakin memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan setoran dividen kepada daerah.
“Dividen pada 2026 sudah mencapai Rp9,1 miliar atau naik sekitar Rp1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini dicapai dengan potensi bisnis yang masih sama, belum termasuk potensi usaha baru yang sedang kami siapkan,” ujarnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















