JALANKAN Pemerintahan, Kepala Daerah Harus Paham Hukum dan HAM

- Penulis

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan saat memberikan pengarahan pada Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah Gelombang II Tahun 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI)

Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan saat memberikan pengarahan pada Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah Gelombang II Tahun 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas RI)

SuarIndonesia — Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas) Otto Hasibuan menekankan pentingnya pemahaman mendalam para kepala daerah terhadap aspek hukum dan hak asasi manusia (HAM).

Menurut dia, kepala daerah harus menjadi teladan dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM serta memastikan seluruh kebijakan yang diambil sejalan dengan prinsip keadilan dan konstitusi.

“Kepala daerah bukan hanya pemegang kekuasaan administratif, melainkan juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujar Otto saat memberikan pengarahan pada Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah Gelombang II Tahun 2025 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jawa Barat, Selasa (24/6/2025).

Dengan demikian, kata dia, pendekatan humanis dan berbasis hak asasi harus menjadi roh dalam pelaksanaan kebijakan publik, termasuk dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, Otto juga menyoroti isu-isu strategis di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.

Ia mengingatkan daerah memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan, termasuk dalam pengawasan terhadap lalu lintas orang asing serta pembinaan narapidana.

Pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi dengan instansi vertikal seperti Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum, Kanwil Kementerian HAM, serta Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan demi memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan publik di bidang tersebut.

“Saya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Astacita,” tutur Otto Hasibuan dilansir dari AntaraNews.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dan memberikan arahan sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus.

Baca Juga :   FEBRIE ADRIANSYAH Kenakan Rompi Tahanan Pink ke Kejagung

Sesi diskusi dan pengarahan dipandu oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar Baharuddin yang bertindak sebagai moderator.

Turut hadir pula Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Andika Dwi Prasetya yang mendampingi Wamenko Otto Hasibuan.

Program orientasi merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan dirancang oleh Kemendagri. Tujuannya adalah agar para kepala daerah memahami secara utuh tugas pokok dan fungsi mereka, serta mampu mengakselerasi implementasi program strategis nasional, khususnya yang tertuang dalam visi besar Presiden melalui Astacita.

Selain itu, orientasi juga menekankan pentingnya karakter kepemimpinan sebagai pelayan publik sejati. Peserta diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin yang kompeten, tetapi juga memiliki kebanggaan dan semangat kebersamaan dalam melayani masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (26/6) itu mencakup pelatihan intensif, diskusi kebijakan, serta pembinaan karakter kepemimpinan yang melibatkan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun solidaritas yang kuat dan komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BUKA FAKTA, Kuasa Hukum Sebut MH tak Tahu Ada Investor Lain Kasus Dugaan Penipuan Investasi
PERSONEL Pemadam Karhutla Dirotasi untuk Cegah Kelelahan
JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November
MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal
TERKAIT Karhutla, 5 hingga 6 Perusahaan Bakalan Kena Sanksi
SEMBILAN Sarang Narkoba di Sumut Digerebek Bareksrim Polri
PEMDA Diminta Aktif Sukseskan Swasembada Pangan
MASYARAKAT Diminta Kumpulkan Bukti Penipuan Pembukaan SPPG

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:43

KEMENHUB-KAI Matangkan Kajian Kereta Logistik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:39

PERSOALAN Tapal Batas Kutai Timur-Berau segera Masuk Meja Kemendagri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:41

KASUS TTPU: Rita Widyasari Diperiksa KPK 6 Jam Lebih

Rabu, 30 September 2026 - 20:38

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Senin, 28 September 2026 - 20:31

ORANG UTAN Diselamatkan, Dikembalikan ke Habitatnya

Minggu, 27 September 2026 - 16:22

DILAPORKAN KE POLISI Sengketa Warisan dan Sorot Persoalan Administrasi Proses Penerbitan Dokumen

Jumat, 25 September 2026 - 22:28

23.556 HA Hutan Konservasi Tahura Bukit Soeharto Dikuasai Ilegal

Senin, 21 September 2026 - 19:54

15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Dibawa ke Paripurna DPR

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca