GELOMBANG Capai 2 Meter, Nelayan Kaltim Diminta Waspada!

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi gelombang air laut di pesisir Balikpapan usai kejadian rumah ambruk. (Foto: Istimewa)

Kondisi gelombang air laut di pesisir Balikpapan usai kejadian rumah ambruk. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Gelombang laut dengan tinggi signifikan diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Kalimantan Timur (Kaltim) dalam beberapa hari ke depan. Nelayan yang menggunakan kapal berukuran kecil diminta meningkatkan kewaspadaan karena dinilai belum aman untuk aktivitas pelayaran.

Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin mengatakan tinggi gelombang di perairan Kaltim saat ini berada dalam kategori sedang dengan kisaran 1,25 hingga 2 meter. Kondisi tersebut dipicu aktivitas Siklon Tropis Bavi yang berkembang di wilayah utara Filipina dan diperkuat Monsun Australia yang sedang aktif.

“Saat ini kalau dari sisi cuaca dan maritimnya, kondisi tinggi gelombang di sekitar perairan Kaltim, salah satunya di Balikpapan, dalam kategori sedang. Kategori sedang itu berada pada kisaran 1,25 hingga 2 meter,” ujarnya kepada detikKalimantan, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan keberadaan Siklon Tropis Bavi mempercepat kecepatan angin di sejumlah perairan Kaltim, seperti Selat Makassar, Balikpapan hingga Penajam. Kondisi tersebut kemudian memicu terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dibanding biasanya.

“Siklon tropis ini didukung Monsun Australia yang aktif sehingga meningkatkan percepatan angin di sekitar perairan Kalimantan Timur. Hasil akhirnya bisa menjadi gelombang yang cukup tinggi,” kata Huda Abshor, melansir dari detikKalimantan.

Menurut Huda, pengaruh Siklon Tropis Bavi diperkirakan masih berlangsung sebelum bergerak menuju daratan China dan melemah. Karena itu, potensi gelombang signifikan diprediksi masih terjadi hingga 12-13 Juli mendatang.

“Siklon Tropis Bavi diprediksi berkembang hingga 12 Juli, kemudian menuju daratan China dan meluruh. Potensi gelombang kategori sedang masih bisa berlangsung hingga 12 sampai 13 Juli,” jelasnya.

Baca Juga :   NELAYAN Maratua Tewas Diterkam Buaya

Huda mengatakan kondisi gelombang tersebut sudah masuk kategori waspada bagi kapal-kapal berukuran kecil. Sementara kapal berukuran besar masih dinilai dapat berlayar dengan tetap memperhatikan perkembangan cuaca.

“Untuk ukuran kapal kecil memang sudah masuk kategori waspada. Kalau kapal besar masih bisa berlayar, tetapi tetap harus memonitor perkembangan cuaca,” tuturnya.

Ia mengatakan, BMKG juga terus memperbarui informasi peringatan dini gelombang tinggi setiap hari. Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi nelayan maupun operator pelayaran sebelum melaut.

“Kami terus meng-update peringatan dini gelombang tinggi untuk 3 hari ke depan melalui website BMKG maritim. Untuk kapal kecil memang tidak direkomendasikan berlayar,” pungkasnya.

Sementara itu, pagi tadi dilaporkan telah terjadi 3 rumah ambruk dan 1 rumah terdampak akibat gelombang tinggi air laut di wilayah Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Dengan adanya kondisi gelombang signifikan ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta
KORUPSI INSENTIF GURU: Disdikbud Kukar Digeledah Kejati Kaltim
QORI Murjani Raih Juara I MTQ Pelajar Internasional di Malaysia
NELAYAN Maratua Tewas Diterkam Buaya
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award
477 SISWA Berbagai Daerah Tempuh Pendidikan di SMA Taruna Kampus IKN
REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:28

BABY SITTER Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp 300 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:05

KORUPSI INSENTIF GURU: Disdikbud Kukar Digeledah Kejati Kaltim

Senin, 6 Juli 2026 - 21:11

QORI Murjani Raih Juara I MTQ Pelajar Internasional di Malaysia

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:32

NELAYAN Maratua Tewas Diterkam Buaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:28

POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03

PLAZA Seremoni IKN Raih Honour Award

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:23

477 SISWA Berbagai Daerah Tempuh Pendidikan di SMA Taruna Kampus IKN

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:46

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Berita Terbaru

Anggota DPRD Provinsi Kalsel Komisi IV Fraksi Gerindra, Nor Fajeri, menghadiri pembukaan ritual adat “Mesiwah Pare Gumboh” masyarakat Dayak Deah Desa Liyu dan Desa Gunung Riut, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Jumat (10/7/2026).  (SuarIndonesia/Ist)

Balangan

MESIWAH PARE GUMBOH sebagai Warisan Budaya Dayak Deah

Sabtu, 11 Jul 2026 - 14:12

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca