HAMAS Usulkan Pemerintahan Independen di Gaza Pascaperang

- Penulis

Jumat, 12 Juli 2024 - 23:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina berada di ambang kerusakan, setelah pasukan Israel mundur dari sebagian Kota Gaza, menyusul operasi darat, di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, Jumat (12/07/2024). [REUTERS]

Warga Palestina berada di ambang kerusakan, setelah pasukan Israel mundur dari sebagian Kota Gaza, menyusul operasi darat, di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, Jumat (12/07/2024). [REUTERS]

SuarIndonesia — Kelompok Hamas mengusulkan dalam perundingan gencatan senjata agar pemerintahan independen, yang terdiri atas tokoh-tokoh non-partisan, memimpin Jalur Gaza pasca-perang dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Seperti dikutip detikNews dari AFP, Jumat (12/07/2024), usulan itu disampaikan oleh salah satu pejabat dalam biro politik Hamas, Hosaam Badran, dalam pernyataannya membahas perundingan yang sedang berlangsung antara kelompoknya dan Israel dengan mediasi dari Qatar, Mesir dan Amerika Serikat (AS).

“Kami mengusulkan agar pemerintah yang kompeten secara nasional yang non-partisan mengelola Gaza dan Tepi Barat setelah perang,” ungkap Badran.

“Pemerintahan Gaza pasca-perang adalah urusan internal Palestina tanpa adanya campur tangan pihak luar, dan kami tidak akan membahas situasi setelah perang di Gaza dengan pihak eksternal mana pun,” imbuhnya.

Seorang pejabat Hamas lainnya, yang tidak disebut namanya, menuturkan kepada AFP bahwa proposal soal pembentukan pemerintahan non-partisan itu disusun “dengan para mediator”.

Menurut pejabat Hamas itu, pemerintahan non-partisan tersebut akan “menangani urusan Jalur Gaza dan Tepi Barat pada tahap awal setelah perang, membuka jalan bagi pemilihan umum”.

Pernyataan Badran itu disampaikan setelah Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menuntut agar Israel tetap menguasai koridor Philadelphi, yang merujuk pada wilayah Jalur Gaza di sepanjang perbatasan dengan Mesir.

Tuntutan itu bertentangan dengan posisi Hamas yang menuntut Israel harus menarik pasukannya secara sepenuhnya dari seluruh wilayah Jalur Gaza setelah gencatan senjata disepakati.

Netanyahu mengatakan, pada Kamis (11/07/2024) waktu setempat, bahwa kendali atas koridor Philadelphi merupakan bagian dari upaya untuk mencegah “penyelundupan senjata ke Hamas dari Mesir”.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Perundingan sedang berlangsung di Doha, Qatar dan di Kairo, Mesir dengan tujuan mewujudkan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pembebasan para sandera yang masih ditahan Hamas.

Perang yang berkecamuk di Jalur Gaza memasuki bulan ke-10 pada 7 Juli waktu setempat. Perang ini meletus setelah Hamas melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel bagian selatan pada 7 Oktober tahun lalu, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang, yang sebagian besar warga sipil.

Lebih dari 250 orang, termasuk warga negara asing, juga disandera Hamas di Jalur Gaza. Dengan puluhan sandera dibebaskan selama kesepakatan gencatan senjata singkat pada November tahun lalu, saat ini diyakini masih ada sekitar 116 sandera yang ditahan di Jalur Gaza, termasuk 42 orang yang diduga sudah tewas.

Israel membalas serangan Hamas dengan gempuran tanpa henti terhadap Jalur Gaza, yang menurut laporan otoritas kesehatan Gaza telah menewaskan sedikitnya 38.345 orang, kebanyakan warga sipil. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:02

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:53

DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:49

KEPALA BKSDA KALSEL Ditahan 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:42

BOOTCAMP Duta Aksel 2026, OJK dan Bank Kalsel Cetak Agen Literasi Keuangan

Berita Terbaru

Kalsel

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:21

Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Batu Merah 1, RT 48 RW 04, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (23/10/2026) subuh (SuarIndonesia/DO)

Kalsel

PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:02

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca