FOREST Tabalong Wadah Lindungi Habitat Orang Utan

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu titik sarang orang utan yang ditemukan tim gabungan di sebuah pohon kawasan hutan di Desa Habau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (SI/ANTARA/DOK BKSDA Kalsel)

Salah satu titik sarang orang utan yang ditemukan tim gabungan di sebuah pohon kawasan hutan di Desa Habau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (SI/ANTARA/DOK BKSDA Kalsel)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) menyebutkan pembentukan Forum Konservasi Orang utan (Forest) Kabupaten Tabalong menjadi wadah komitmen pemangku kepentingan melindungi habitat orang utan di provinsi ini.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Kalsel Heri Sofian dikonfirmasi di Banjarmasin, Senin (3/11/2025), mengatakan forum ini masih menunggu surat keputusan (SK) yang masih berproses di Pemkab Tabalong, dan ke depan bisa menyusun langkah penyelamatan habitat orang utan lebih optimal.

“Pemantauan terakhir pada 19-21 Oktober 2025, kami ke lokasi yang dilaporkan muncul orang utan, yakni di Desa Kayakah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Desa Habau Kebupaten Tabalong,” ujar dia.

Dalam peninjauan itu, Heri menyebut petugas tidak menemukan orang utan tersebut, namun berhasil menemukan beberapa titik sarang yang menjadi habitat satwa endemik itu.

“Kami sudah cek lokasi di Desa Habau dengan drone, namun terkendala kondisi tutupan pohon hutan,” tutur Heri dilansir dari AntaraNews.

Oleh karena itu, Heri menjelaskan pembentukan Forest Tabalong memiliki peran penting dalam upaya perlindungan orang utan dan habitatnya khususnya di Desa Habau dan Desa Talan Kecamatan Banua Lawas Tabalong.

Forum ini dibentuk melalui inisiasi Dinas Kehutanan Kalsel, Pemkab Tabalong, BKSDA, melalui hasil rapat koordinasi, yang selanjutnya akan disusun anggota forum yang melibatkan para pihak baik dari pemerintah, korporasi, akademisi, masyarakat, maupun LSM, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong akan bertindak sebagai Ketua Forum.

Baca Juga :   AMBAPERS Tunggu Restu Kemenhub Naikkan Tarif Alur Sungai Barito

Selanjutnya, kata Heri, forum itu akan menyusun rencana aksi konservasi orang utan Kabupaten Tabalong, termasuk penentuan pembagian peran masing-masing pihak sesuai prinsip “siapa berbuat apa“, namun masih menunggu penetapan SK.

Selain itu, forum akan mempersiapkan pengusulan indikatif areal preservasi (APE) berupa areal bernilai konservasi tinggi (ABKT) di Kabupaten Tabalong.

BKSDA Kalsel telah melalukan monitoring keberadaan orang utan sejak 2015, keberadaan orang utan saat itu di perbatasan antara Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Barito Timur (Kalimantan Tengah).

BKSDA Kalsel juga rutin berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Kalsel, Pemkab Hulu Sungai Utara dan Pemkab Tabalong berserta masyarakat setempat.

Heri mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring gabungan sejak 2020, ditetapkan kerapatan sarang di Kabupaten Tabalong mencapai 84.88 satang/kilometer persegi dengan dugaan populasi 7,73 individu, sementara di Kabupaten Hulu Sungai Utara mencapai 121,36 sarang/kilometer persegi dengan dugaan populasi 12,45 individu.

“Saat ini, keberadaan orang utan di Kabupaten Tabalong terpantau berada di Desa Talan Kecil, Habau Tambang Kecil, dan Sungai Habau,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD
BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi
PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama
PEMUKIMAN di Jalan Batu Merah Sungai Andai Membara

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca