SuarIndonesia — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) peringkat pertama dalam penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari lima provinsi se-Kalimantan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel Catur Ariyanto Widodo di Banjarmasin, Jumat (31/10/2025), mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kemenkeu hingga 30 September 2025, penyaluran KUR di Kalsel telah mencapai Rp3,77 triliun.
“Tercapai 66,13 persen dari target Rp5,69 triliun, dengan total 62.119 debitur penerima manfaat,” ujarnya.
Catur menyebut pembiayaan KUR tersebut untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sektor pertanian.
“Dari total realisasi, KUR Konvensional mendominasi sebesar Rp3,59 triliun atau 95,29 persen. Sedangkan KUR Syariah mencapai Rp177,54 miliar atau 4,71 persen,” kata Catur, dilansir dari AntaraNews.
Catur menuturkan sektor pertanian tercatat sebagai penerima terbesar dengan nilai Rp1,51 triliun atau 40,19 persen, disalurkan kepada 28.464 debitur, dan skema KUR Mikro menjadi skema dominan dengan total Rp2,78 triliun atau 73,38 persen untuk 51.816 debitur.
Berdasarkan wilayah penyaluran, dia mengatakan Kota Banjarmasin menjadi penyalur tertinggi sebesar Rp788,07 miliar, disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp450,85 miliar, dan Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp378,03 miliar.
“Dari sisi lembaga penyalur, Bank BRI menjadi penyalur utama dengan capaian Rp2,57 triliun kepada 51.870 debitur, diikuti oleh Bank Mandiri sebesar Rp483,84 miliar, dan Bank Kalsel sebesar Rp329,82 miliar,” ujar Catur. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















