FILM ‘The Lost Forest’ Menang Sayembara Maxstream

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film The Lost Forest (2025). (Foto: Istimewa)

Film The Lost Forest (2025). (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Sineas muda asal Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rohil Fidiawan, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Film pendek terbarunya berjudul The Lost Forest berhasil memenangkan sayembara ide cerita tingkat nasional dan siap tayang perdana di ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.

Film yang diproduseri Rohil ini terpilih dalam program “Secinta Itu Sama Indonesia” dari Maxstream Studios. Program ini merupakan ajang dukungan produksi bagi pembuat film berbakat di seluruh Indonesia.

“Film The Lost Forest terpilih dari ratusan bahkan ribuan pengirim. Dipilih 3 ide cerita terbaik untuk difasilitasi dan diwujudkan menjadi film pendek. Alhamdulillah, 30 November nanti rilis di JAFF,” ujar Produser The Lost Forest, Rohil Fidiawan, Kamis (20/11/2025).

Proses produksi film ini dilakukan di Wisata Batu Tumpuk, Desa Panca Agung, Kabupaten Bulungan. Lokasi ini dipilih karena memiliki karakteristik visual yang kuat, menggali ingatan Rohil saat membuat dokumenter di Gunung Batu Benau.

“Rasanya pengalaman kali ini sedikit berbeda. Kita memproduksi film fiksi yang kuat akan sarat artistik, ketepatan waktu, dan kondusifitas. Tantangan visibilitas medan juga lumayan sulit,” jelas Rohil, seperti dilansir dari detikKalimantan.

Proses pengerjaannya pun terbilang kilat. Mulai dari open submit, pra-produksi, hingga final delivery, tim produksi hanya memakan waktu sekitar dua bulan.

“Ini jadi ajang kolaborasi kami untuk bersenang-senang dalam proses berkarya,” tambah Rohil yang mengembangkan cerita ini bersama Mizam Fadilah Ananda dan Wisnu Dwi Prasetyo.

Produser lainnya, Wisnu Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa The Lost Forest terinspirasi dari realitas deforestasi dan dampaknya bagi generasi muda di komunitas pedalaman.

“Kami berharap film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan empati dan percakapan tentang perlindungan hutan dan masa depan anak-anak yang tinggal di sekitarnya,” kata Wisnu.

Senada dengan itu, Sutradara Mizam Fadilah Ananda menyebut film ini adalah rekonstruksi peristiwa di dalam hutan ke dalam bentuk fiksi. Film ini menjadi pernyataan atas jarak peradaban antara masyarakat modern dan mereka yang masih memegang teguh kehidupan leluhur.

“Film ini bukan hanya untuk satu suku saja, tapi seluruh masyarakat adat di belahan dunia manapun. Mengajarkan kita bersyukur dan berempati terhadap sesama makhluk hidup,” tutur Mizam. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LIBATKAN Masyarakat Cegah dan Padamkan Karhutla
TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32

TERSANGKA Karhutla Bertambah jadi 89 Orang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:38

HAJI ISAM Tetap Aktor Penting Penanganan Karhutla Kalsel, Meski Bukan Koordinator

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:44

MASSA AKSI Mulai Membubarkan Diri dari Depan Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:29

PRAPERADILAN Febrie Ditolak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:07

3 TON Sisik Trenggiling Gagal Diselundupkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36

KASUS Korupsi Kouta Haji: Hakim Tolak Perlawanan Eks Menag Yaqut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:48

KPK: Korupsi di Pengadaan Bisa Bikin Kualitas Pembangunan Turun

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca