LEWAT DIORAMA, Anggun Shafa Suarakan Pesan Jaga Alam Punan Batu

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diorama bertajuk Fragmen Kehidupan Masyarakat Punan Batu Benau karya Anggun Shafa, siswi SMKN 2 Tanjung Selor, Kaltara. )Foto: Istimewa)

Diorama bertajuk Fragmen Kehidupan Masyarakat Punan Batu Benau karya Anggun Shafa, siswi SMKN 2 Tanjung Selor, Kaltara. )Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Kepedulian terhadap kelestarian alam dan eksistensi masyarakat adat kini makin nyaring disuarakan oleh Generasi Z Di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), seorang siswi SMKN 2 Tanjung Selor bernama Anggun Shafa menyuarakan pesan tersebut melalui sebuah karya seni diorama yang memukau.

Karya kriya kontemporer berkonsep mix-media itu diberi judul ‘Fragmen Kehidupan Masyarakat Punan Batu Benau’. Melalui miniatur detail, Anggun memotret kehidupan Suku Punan Batu di wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, yang dikenal sebagai salah satu kelompok pemburu-peramu (hunter-gatherers) otentik terakhir di dunia.

“Menurut Anggun, kehidupan masyarakat Punan Batu Benau sangat menarik dan unik. Mereka diyakini sebagai salah satu suku tertua di Kalimantan yang masih hidup sangat dekat dengan alam,” ujar Anggun, Senin (5/5/2026).

Meski belum pernah berkunjung langsung ke pedalaman hutan Sajau dan hanya melakukan riset melalui tayangan video, namun Anggun mengaku sangat kagum

“Saya kagum dengan Suku Punan Batu karena masih konsisten menjaga tradisi, identitas, serta kekompakan kelompoknya tanpa terpengaruh dunia luar,” bebernya.

Diorama edukatif ini dirampungkan Anggun dalam waktu sekitar 7 jam. Untuk menciptakan representasi alam yang otentik, ia memanfaatkan material mentah organik dan limbah sekitar.

“Ranting pucuk merah kering, batang pakis, kulit kayu, buah cemara, spons cuci piring bekas, hingga serabut kelapa disulap menjadi hutan, rumah, dan perkakas mini,” rincinya.

Air terjun dan sungainya dibuat menggunakan cat waterproof. Sementara figur manusianya dibentuk dari clay (tanah liat) berlapis pakaian dari kulit pohon kering asli.

“Pesan tersirat karya ini adalah bahwa kita bisa belajar dari kehidupan masyarakat Punan Batu yang mampu hidup secara berkelanjutan (lsustainability dengan memanfaatkan sumber daya alam. Tugas kita sebagai manusia adalah menjaga alam itu, bukan merusaknya. Dengan begitu, kita bisa tumbuh bersama dan saling menghidupi,” tutur Anggun dilansir dari detikKalimantan.

Pembuatan karya seni ini pada awalnya dikhususkan untuk mengikuti perlombaan. Guru pendamping sekaligus pengampu mata pelajaran Muatan Lokal Potensi Daerah di SMKN 2 Tanjung Selor, Siska Astari Dewi memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan anak didiknya tersebut terhadap isu-isu kebudayaan pedalaman.

Baca Juga :   RIBUAN KOSMETIK Ilegal Malaysia Diselundupkan

“Saya sangat mengapresiasi apabila Gen Z peduli membahas isu Masyarakat Adat. Gen Z harus kritis menyuarakan pesan melalui karya dan apa pun yang bisa dilakukan,” ungkap Siska.

Menurut Siska, pembuatan diorama sejalan dengan materi pembelajaran di sekolah yang rutin mengenalkan ragam budaya lokal seperti Dayak, Bulungan, dan Tidung. Lewat karya kriya kontemporer ini, siswa diajak menyelami isu masa kini yang terjadi di sekitar mereka. Ke depannya, karya diorama ini akan disimpan dan didokumentasikan oleh pihak sekolah.

“Karya ini tidak semata-mata dibuat agar ‘bagus dilihat’, tapi ada pesan yang ingin disampaikan sebagai media edukasi dan dokumentasi budaya. Dari segi teknik, Anggun juga sudah cukup memahami detail komponen karya ini, sehingga pesannya hidup,” puji Siska.

“Harapannya, miniatur epik ini bisa menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa-siswi lain di SMKN 2 Tanjung Selor agar lebih mengenal dan meneladani kearifan lokal Suku Punan Batu,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca