FENOMENA “Tintik-tintik” Air Turun di Kota Banjarmasin

- Penulis

Jumat, 25 September 2026 - 15:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi rintik hujan

ilustrasi rintik hujan

SuarIndonesia – Fenomena “tintik-tintik” (rintik-ritik) air turun di Kota Banjarmasin, Jumat (25/9/2026) jadi ramai komentara  warga, meski sekitar pukul 15.00 WITA, langit yang awalnya kabut asap jadi mendung, namun tidak menurunkan hujan yang deras

“Wah mendung ada gerugum petir. Semoaga saja hujan lebat, dan ini yang selama ini dinantikan. Apapun masalanya yang penting hujan ada turun, karena berbulan-bulan tak ada hujan,  jangan hanya daerah tertemtu saja ” ucap salah satu warga, N Rezki.

Diketahui ada bebbarapa dawrah di Kalsel pernah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca )OMC) , yaitu teknologi rekayasa cuaca yang dikelola oleh BMKG dan instansi terkait untuk mengatur intensitas curah hujan di suatu wilayah guna menanggulangkan bencana seperti karhutla atau kekeringan.

Namun dari perkiarakan, pada umumnya disebabkan oleh dua kemungkinan utama berdasarkan video viral dari Kalimantan Selatan (Kalsel), setelah kemarau panjang, terdapat fenomena air turun rintik-rintik yang berwarna kehitaman, ini terjadi karena partikel sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau debu pekat di atmosfer terbawa oleh kelembapan udara yang tinggi.

Baca Juga :   HARI ke-10 Pencarian di KM Virgo Transport 8, Tiga Jasad Kembali Ditemukan

Warga melihatnya seperti tetesan air tipis atau abu basah, padahal kondisi cuaca sekitarnya sedang kering atau hanya berawan. Kondisi di mana awan hujan sebenarnya melepaskan air di langit tinggi (rintik-rintik).

Nmun karena udara di lapisan bawah sangat panas dan kering khas kemarau Banjarmasin (suhu berkisar 27–37°C), tetesan air tersebut menguap sebelum menyentuh tanah secara merata.

Yang sampai ke bawah hanya berupa tetesan tipis sesekali atau partikel udara yang kabur.Pihak BMKG sendiri melaporkan bahwa wilayah Banjarmasin dan sekitarnya saat ini didominasi oleh kondisi udara kabur atau kabut asap dengan potensi hujan ringan yang masih sangat rendah atau tidak signifikan. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BAKTI RELIGI-SOSIAL Unsur Tiga Pilar Banjarmasin Tengah
TERIDENTIFIKASI 20 Jenazah dari 42 Korban KM Virgo Transport 8, Terus Dilakukan DVI Polda Kalsel
KAPAL IMBAL Bocor dan Mati Mesin di Teluk Muara Sampit, 38 Pekerja Dievakuasi
KEPEDULIAN KESEHATAN Partai UMMAT Kalsel Bagikan Ribuan Masker
DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin
BMKG: 24-28 September Sebagian Kalsel Hujan Ringan
HARI KE-12, Ditemukan 14 Jasad Korban KM Virgo Transport 8
ATASI Antrian BBM, Pansus Kalsel Matangkan Data

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 15:31

BAKTI RELIGI-SOSIAL Unsur Tiga Pilar Banjarmasin Tengah

Jumat, 25 September 2026 - 15:23

FENOMENA “Tintik-tintik” Air Turun di Kota Banjarmasin

Jumat, 25 September 2026 - 00:45

TERIDENTIFIKASI 20 Jenazah dari 42 Korban KM Virgo Transport 8, Terus Dilakukan DVI Polda Kalsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:40

195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Kamis, 24 September 2026 - 21:35

KEPEDULIAN KESEHATAN Partai UMMAT Kalsel Bagikan Ribuan Masker

Kamis, 24 September 2026 - 21:26

DISOROT Menurunnya Daya Beli di Pasar Paringin

Kamis, 24 September 2026 - 19:59

PERKUAT Mitigasi Tangani Karhutla

Kamis, 24 September 2026 - 19:39

HARI KE-12, Ditemukan 14 Jasad Korban KM Virgo Transport 8

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi kekeringan musim kemarau. (Foto: gemini.ai)

Kalteng

195 SUMUR BOR Hadapi Karhutla dan Kekeringan

Kamis, 24 Sep 2026 - 22:40

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca