SuarIndonesia — KN SAR milik Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan masih belum menemukan tanda-tanda korban kapal Virgo Transport 8 yang hilang di perairan Banjarmasin. Kapal tersebut telah melakukan pencarian selama dua hari di sektor yang ditentukan dalam operasi SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo mengatakan KN SAR Wisanggeni ditempatkan di sektor E dalam operasi pencarian. Luas area yang disisir mencapai 822 nautical mile persegi.
“Untuk KN SAR Wisanggeni yang merupakan perbantuan dari Kansar Balikpapan, saat ini sudah bergabung di search area yang ditentukan oleh SAR Mission Coordinator,” kata Dody, Selasa (15/9/2026).
Dia mengatakan pencarian telah dilakukan selama dua hari. Namun, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di permukaan air sektor tersebut.
“Untuk Wisanggeni sendiri pencariannya sementara masih nihil. Sampai saat ini masih belum melihat ada tanda-tanda keberadaan korban di permukaan air di area sektor E,” ujarnya.
Meski pencarian dari KN SAR Wisanggeni belum membuahkan hasil, operasi SAR gabungan hari ini berhasil menemukan 26 korban. Sebanyak 22 korban ditemukan dalam kondisi selamat dan dievakuasi menggunakan KRI menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Sementara empat korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi menggunakan helikopter menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Pelabuhan Trisakti menjadi posko induk dalam operasi pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8.
Dody menuturkan operasi pencarian saat ini melibatkan 16 kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal-kapal tersebut berasal dari Basarnas, Distrik Navigasi, hingga TNI Angkatan Laut.
“Total ada 16 kapal yang digerakkan, di antaranya tiga milik Basarnas, salah satunya Wisanggeni. Kemudian ada kapal dari Distrik Navigasi dan kapal dari TNI Angkatan Laut,” jelasnya.
Selain armada laut, operasi pencarian juga diperkuat unsur udara. Sebanyak enam unsur udara dikerahkan untuk membantu pencarian, terdiri atas helikopter dan pesawat fixed wing. Lokasi pencarian disebut berada sekitar 80 nautical mile dari Banjarmasin.
Untuk KN SAR Wisanggeni, Dody memastikan kapal tersebut masih akan bertahan di area pencarian. Kapal ini memang memiliki spesifikasi sebagai kapal pencari sehingga akan terus melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan.
“Untuk Wisanggeni sendiri masih akan tetap berada di lokasi pencarian karena memang spesifikasinya kapal Wisanggeni ini adalah kapal pencari,” katanya.
Jika menemukan korban, lanjut Dody, korban akan dievakuasi terlebih dahulu ke KN SAR Kama Jaya atau KRI terdekat yang memiliki fasilitas pendukung evakuasi.
KN SAR Kama Jaya memiliki peralatan yang lebih lengkap serta helipad. Dari kapal tersebut, korban nantinya dapat dievakuasi melalui jalur udara menuju Banjarmasin.
“Ketika dapat korban maka korban akan dievakuasi ke kapal Basarnas yaitu KN SAR Kama Jaya yang memang dilengkapi peralatan yang lebih komplit dan lebih lengkap, kemudian ada helipadnya,” pungkasnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















