DIPANTAU Keberadaan Orang Utan di Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 20:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemunculan orangutan yang kerap melintas di jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. (Foto: HO-M Hafif Nikolas)

Kemunculan orangutan yang kerap melintas di jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. (Foto: HO-M Hafif Nikolas)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) menurunkan tim ke lapangan guna memantau keberadaan satu individu orang utan (Pongo pygmaeus) yang dilaporkan sering muncul di pinggir jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur.

“Kami sudah menurunkan tim untuk memantau keberadaan orang utan yang dilaporkan tersebut,” kata Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto di Samarinda, Selasa (15/9/2026).

Kemunculan satwa liar dilindungi tersebut dilaporkan oleh warga yang kerap melintas di jalur penghubung antarkecamatan tersebut.

Satu individu orang utan berukuran besar dengan warna bulu cokelat kemerah-merahan terpantau sedang memakan biji-bijian serta pucuk dedaunan di tepi jalan.

“Untuk selanjutnya mengenai penanganan teknis di lapangan akan kami informasikan setelah tim selesai melakukan penyisiran ke lokasi tersebut,” kata Ari, melansir dari Antara.

Lokasi ditemukannya satwa endemik Kalimantan ini berada sangat dekat dengan kawasan Taman Nasional Kutai yang merupakan habitat asli orang utan.

“Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalan poros agar tidak mendekati, mengejar, apalagi memberi makan kepada orang utan tersebut demi keselamatan bersama,” tutur Ari.

Salah seorang warga melintas, Yuristio yang sering melalui jalan poros tersebut mengaku kerap melihat orangutan itu.

“Sudah hampir tiga kali saya lihat ada orang utan di jalan itu. Kadang mereka di pinggir jalan, kadang juga langsung menyeberang,” ucapnya saat diwawancarai di Sangatta, Kutai Timur pada Senin (14/9/2026).

Baca Juga :   PRESIDEN Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk Zona Inti IKN
Satu individu Orang Utan Kalimantan sedang memakan pucuk daun di jalan poros Sangatta – Rantau Pulung, pada Sore Senin (14/9). (Foto: HO-M Hafif Nikolas)

Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung yang menjadi tempat mencari makan orang utan itu, berada di dekat kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) yang merupakan habitat asli mereka.

Biasanya orang utan itu muncul di pinggir jalan pada sore hari menjelang senja. Dengan ukuran besar, hewan tersebut nampak seperti batang kayu di pinggir jalan.

Lalu lalang kendaraan di jalan poros tersebut dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan pada orang utan liar tersebut.

“Biasanya kendaraan itu harus berhenti dulu menunggu orangutan menyeberang jalan atau hewan itu masuk ke dalam hutan,” katanya.

Sejumlah pengendara memilih untuk menghentikan laju kendaraan mereka sejenak saat melihat orang utan tersebut menyeberangi alur jalan menuju kawasan hutan.

Tim gabungan BKSDA Kaltim bersama petugas resor konservasi terus mencermati pergerakan satwa dan mencari keberadaan sarang di sekitar lokasi tersebut.

Upaya perlindungan berkesinambungan terus dilakukan BKSDA Kaltim guna menjaga kelestarian populasi orang utan Kalimantan di wilayah Kutai Timur. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KN SAR Wisanggeni 2 Hari Ikut Pencarian Belum Temukan Korban Kapal Virgo Transport 8
50 PERUSAHAAN Terkait Karhutla Disegel di 8 Provinsi, 4 di Kaltim
KPP BALIKPAPAN Kirim Tim Perkuat Operasi Pencarian Kapal Virgo Transport 8
OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
11 ORANG UTAN Dipantau Pasca-Evakuasi Akibat Karhutla
KEMENHAM Dorong Penanganan Karhutla Berkeadilan bagi Warga
KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:22

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Tim 9 Kejagung Sita 38 Objek Tanah

Selasa, 15 September 2026 - 20:07

BNPB: Karhutla Kalbar Tembus 48 Ribu Hektare

Selasa, 15 September 2026 - 15:43

TANGIS HARU PECAH di Depan Posko Basarnas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Senin, 14 September 2026 - 21:22

50 PERUSAHAAN Terkait Karhutla Disegel di 8 Provinsi, 4 di Kaltim

Senin, 14 September 2026 - 20:15

MENDAGRI Pelajari Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Senin, 14 September 2026 - 19:59

SUAHASIL NAZARA Gantikan Purbaya

Minggu, 13 September 2026 - 22:10

SOAL Insiden KMP Virgo Transport 8, Menhub: Pemerintah Investigasi Secara Menyeluruh

Minggu, 13 September 2026 - 21:56

KONDISI PANIK, Pengakuan Agus Loncat dari Kapal ke Skoci Bersama Enam Orang

Berita Terbaru


Bea Cukai Sampit musnahkan BKC ilegal senilai Rp1,35 Miliar, Sampit, Selasa (15/9/2026). (Foto: Antara/Devita Maulina)

Hukum

799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:32

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca