SuarIndonesia – Kondisi kritis air baku, yang dipaksakan suplai air asin dari beberapa pengamat sebutkan bisa memicu kerusakan pada bagian pipa tertentu
Namun demikian, air dengan kadar garam tinggi tidak merusak sebagian besar jaringan pipa PDAM modern yang umumnya terbuat dari bahan plastik seperti HDPE (High-Density Polyethylene) atau PVC, karena bahan tersebut tahan terhadap korosi.
Kawatirnya memicu kerusakan pada bagian tertentu jika jaringan pipa menggunakan komponen logam. Korosi pada lomponen logam
Jika jaringan pipa, sambungan (fitting), katup (valve), atau aksesoris lain menggunakan Besi Cor (Cast Iron) atau Baja (Steel), kadar garam yang tinggi dapat mempercepat proses pengkaratan atau korosi. Kerusakan seal dan karet
Bahkan air asin dalam jangka panjang dapat menurunkan kelenturan dan merusak komponen penyambung karet atau seal pada sambungan pipa logam, sehingga memicu kebocoran.
Berisiko menyebabkan korosi pada komponen internal meteran air milik pelanggan yang berbahan logam.
Kemudian perlu evaluasi mulai dari penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA), pengembangan jaringan transmisi dan distribusi, hingga rehabilitasi pipa-pipa tua yang sudah mengalami penurunan kinerja.
Dari informasi, untuk PDAM Barito Kuala (Batola) hampir sebulan ini masih suplai air asin dan diraskan, dikeluhkan warga khususnya kawasan Handil Bakti hingga sejumlah komplek.
“Iya, sudah lama nih PDAM Batola distribusikan MCK air asin,” ucap Undah, warga Komplek Cakra Indah 3, Senin (28/9/2026)
Sementara PAM Bandarmasih telah hampir seminggu distriusikan air asih pada tiga wilayah di Kota Banjarmasin.
Namun setelah berbagai masukan dan desakan, akhirnya ada pernyataan akan hentikan mulai besok Selasa (29//9/2026).
Sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola sepertinya terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak fenomena air asin akibat musim kemarau.
Penyaluran bantuan air bersih dilakukan secara langsung kepada masyarakat.
Untuk PAM Bandarmasih serasama Pemerintah Kota mengevaluasi produksi dan distribusi air bersih akibat meningkatnya kadar garam pada air baku di sejumlah sungai di Banjarmasin.
Evaluasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar di IPA 2 Jalan Pramuka, sejak Minggu (27/9/2026), dan dihadiri jajaran Direksi PAM Bandarmasih serta Komisaris Utama Edy Wibowo.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, PAM Bandarmasih akan kembali mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan konsumsi ke wilayah terdampak mulai Selasa (29/9/2026) pukul 00.00 WITA.
Penyaluran dilakukan dengan pengaturan waktu dan tekanan jaringan sesuai ketersediaan air.
Sekda meminta rencana distribusi disosialisasikan kepada masyarakat dan evaluasi pelayanan terus dilakukan.
Sementara itu, usulan subsidi pembayaran rekening bagi pelanggan terdampak akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kriteria pelanggan dan kemampuan anggaran.
Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi, mengatakan pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi air dan jaringan, sekaligus memperbanyak tandon di wilayah-wilayah yang mengalami krisis.
“Untuk wilayah terdampak seperti Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Barat, kami akan mengatur pola distribusi.
Untuk wilayah krisis, kami siapkan dan memperbanyak tandon serta distribusi air melalui mobil tangki,” kata Zulbadi.
Komisaris Utama PAM Bandarmasih Edy Wibowo mengatakan persiapan distribusi dilakukan mulai hari ini Senin (28/9/2026).
Pengaturan distribusi dapat menyebabkan penurunan debit atau tekanan air pada waktu tertentu. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















